STRATEGI PEMASARAN MANGGA(Mangifera indicaL) GEDONG GINCU DAN RAMBUTAN (Nephelium sp.) DI CV. SUMBER BUAH SAE CIREBON JAWA BARAT
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tanaman hortikultura Mangga (Mangifera indica L) dan Rambutan (Nephelium sp.) memberikan kontribusi yang cukup besar. Dalam kebutuhan, peningkatan ekspor, peningkatan pendapatan, dan pemenuhan gizi.Komoditas hortikultura produk buah – buahan yang menjadi unggulan adalah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan. Mangga atau Mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35 – 40 anggota dan suku Anacardiaceae. Sedangkan Rambutan merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia.Sebagai buah – buahan yang memberikan kontribusi yang cukup besar mangga dan Rambutan memerlukan penanganan khusus sejak dari budidaya sampai dengan pemasaran. Oleh karena itu penerapan sistem agribisnis onfarm dan penanganan pasca panen yang baik sangat diperlukan. Sehingga komoditas buah – buahan khususnya Mangga Gedong Gincu dan Rambutan mampu bersaing dengan produk buah – buahan lainnya di Mancanegara.
Buah rambutan merupakan buah populer di tanah air. Buah rambutan dapat dikonsumsi langsung (buah segar). Pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri masih merupakan lahan pemasaran yang menjanjikan. Sehingga sangat tepat untuk membudidayakan buah rambutan secara intensif dengan didukung kondisi alam yang ada. Kualitas buah selain ditentukan oleh faktor pemilihan bibit dan proses budidayanya, juga dipengaruhi oleh faktor pemanenan yakni ketepatan umur panenan/kematangan buah serta penanganan pascapanennya.
Buah rambutan yang telah matang sekitar 80% dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuaikan dengan jenis rambutan serta yang dengan merasakan rambutan yang sudah masak dibandingkan dengan rambutan yang belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan sekitar bulan November sampai Februari, juga dapat dipengaruhi musim kemarau atau musim penghujan. Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tungkalnya yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak.Pemangkasan dilakukan sekaligus panen agar dapat bertunas kembali cepat berbuah apabila pemetikan tidak terjangkau dapat dilakukan dengan menggunakan galah untuk mengkait tangkai buah rambutan secara benar.Periode pemanenan buah rambutan dilakukan pada sekitar bulan November sampai dengan Februari (masa musim penghujan).Dengan dicari buah yang masak dan yang belum masak supaya ditinggal dulu dan kemudian dipanen kembali.Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar, maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang maksimal. Setiap pohonnya dapat mencapai hasil minimal 0,10 kuintal, dan maksimal dapat mencapai 1,75 kuintal setiap pohonnya.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan akan buah - buahan, maka usaha pengembangan produksi dalam negeri perlu dilakukan secara khusus dengan menerapkan sistem usaha yang paling menguntungkan. Dalam rangka peningkatan pendapatan, maka proses penanganan lebih lanjut perlu dilakukan secara optimal sebagaimana komoditas tanaman lainnya, khususnya mangga Gedong Gincudan Rambutan yang memiliki prospek pasar yang perlu digarap secara lebih intensif lagi sesuai dengan permintaan pasar. Produksi tanaman buah menurut Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2011 dan 2012 adalah 18.313.507ton dan 18.916.731 ton (tabel 1). Dibawa ini merupakan tabel luas panen dan produksi buah – buahan Indonesia tahun 2011 dan 2012.
Tabel 1. Produksi tanaman buah di Indonesia tahun 2011 dan 2012
No Komoditi Luas panen (Ha) Produksi (Ton)
2011 2012 2011 2012
1 Pisang 104.156 103.157 6.132.695 6.189.043
2 Mangga 208.280 219.666 2.131.139 2.376.333
3 Nenas 12.335 16.997 1.540.626 1.781.894
4 Jeruk Siam/Keprok 47.181 46.187 1.721.880 1.498.394
5 Salak 24.729 26.941 1.082.125 1.035.406
6 Pepaya 11.055 11.702 958.251 906.305
7 Durian 69.045 63.189 883.969 888.127
8 Rambutan 116.991 96.287 811.909 757.336
9 Nangka/Cempedak 60.896 57.340 654.808 663.930
10 Semangka 33.445 33.012 497.650 515.505
11 Alpukat 21.653 20.985 275.953 294.200
12 Duku/Langsat 21.282 29.211 171.113 258.453
13 Apel 3.728 4.265 200.173 247.073
14 Jambu Biji 9.644 9.753 211.836 208.151
15 Manggis 16.180 17.852 117.595 190.287
16 Stroberi 987 810 41.035 169.796
17 Sawo 10.103 10.342 118.138 135.322
18 Markisa 1.747 1.712 140.895 134.527
19 Melon 6.343 7.110 103.840 125.447
20 Jeruk Besar 4.507 5.608 97.069 113.375
21 Sukun 12.015 11.117 102.089 111.766
22 Jambu Air 13.423 13.393 103.156 104.393
23 Belimbing 3.145 3.192 80.853 91.788
24 Blewah 5.123 4.341 62.928 57.917
25 Sirsak 4.221 4.687 59.844 51.802
26 Anggur 390 193 11.938 10.161
Total 822.604 819.049 18.313.507 18.916.731
Sumber: BPS (2013)
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa produksi Mangga pada tahun 2011 dan 2012 adalah sebanyak 2.131.139 ton dan 2.376.333 ton, sedangkan produksi Rambutan tahun 2011 dan 2012 adalah sebanyak 811.909 ton dan 757.336 ton. Oleh karena itu upaya budidaya, pengendalian hama dan penyakit secara intensif dan penanganan pasca panen terus ditingkatkan. Melalui upaya ini diharapkan produksi buah – buahan Indonesiakhususnya Mangga Gedong Gincu dan Rambutan akan meningkat.
Permintaan pasar akan produk buah – buahan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk dari tahun ke tahun maka semakin bertambah tingkat kebutuhan akan buah – buahan. Menurut Badan Pusat Statistik(BPS) ekspor buah – buahan segar tahun 2013 adalah sebanyak 246.943,8 ton atau senilai $ 186.604,4 ribu.Agar kebutuhan terhadap buah – buahan terpenuhi harus diimbangi dengan jumlah produksinya.Saat ini produksi dalam negeri khususnya buah mangga tahun 2013 adalah sebanyak 2.192.935 ton dengan luas panen 247.239 ha sedangkan Rambutan adalah sebanyak 517.869 ton dengan luas panen 87.063 ha.
Mangga Gedong Gincu mempunyai keunggulan dibandingkan mangga lainnya karena memiliki aroma lebih tajam, rasa manis segar, dan kulit buah berwarna merah menyala sehingga diminati oleh kelompok konsumen ekonomi menengah ke atas dan konsumen luar negeri. Disebut gedong gincu karena warna kulitnya yang merah – oranye hampir menyerupai gincu pemerah bibir wanita atau lipstik, serta bentuk buahnya bulat. Masyarakat Majalengka menyebut mangga gedong gincu sebagai mangga seraton atau mangga selera keraton karena tampilan yang memikat dan harganya yang cukup mahal, sehingga mangga gedong gincu dicitrakan sebagai mangga untuk konsumsi kalangan elit.
Mangga Gedong Gincu merupakan kelompok dari mangga gedong.Hal yang membedakan sebutan mangga Gedong dengan mangga Gedong Gincu adalah waktu panennya. Mangga Gedong dipanen pada tingkat kematangan mencapai 60 – 70%, sedangkan mangga gedong gincu dipanen saat buahnya mencapai tingkat kematangan 80 – 85% yaitu saat warna kulit buah masih berwarna hijau tua pada bagian atas ujung dan berwarna merah pada pangkal buah. Saat matang, daging buah mangga gedong akan berwarna kuning jingga, sedangkan daging mangga gedong gincu akan berwarna merah oranye atau kuning kemerahan.
Upaya menyediakan kebutuhan akan buah mangga khususnya Gedong Gincu serta peningkatan pendapatan penjualan buah mangga Gedong Gincu dapat dilakukan dengan upaya peningkatan produktivitas buah mangga. Peningkatan produksi usahatani khususnya mangga Gedong Gincu dapat dilakukan dengan caraoff – season menggunakan Zat Pengatur Tumbuh(ZPT) yang berbahan aktif Paklobutrazol di pasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cultar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetatif dan memacu fase generative.http://obortani.com
Kerangka Pemikiran
Pengembangan buah-buahan khususnya buah-buahan tropis di Indonesia memiliki prospek yang bagus.Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah - buahan juga merupakan peluang bagi lembaga pemasaran buah-buahan khususnya mangga Gedong Gincu dan Rambutan. Persentase pengeluaran per kapita terhadap buah-buahan pada tahun 2012 dan 2013 sebesar 2.36 dan 13,51% persen (Badan Pusat Statistik 2014). Pengeluaran per kapita terhadap buah - buhaan menempati urutan ke enam setelah padi-padian, tembakau dan sirih, ikan, sayur-sayuran serta telur dan susu. Dalam menghadapi persaingan di pasar internasional, buah-buahan tropis Indonesia khususnya Mangga Gedong Gincu dan Rambutan harus bersaing dengan produk buah – buahan dari negara lain seperti Thailand, Philipina, India, Meksiko, Brazil dan Australia. Mangga Gedong Gincu dan Rambutan Indonesia juga harus mengalami persaingan di pasar domestik yaitu pasar pasar modern seperti supermarket,toko buah dan lain-lain.Selain menghadapi persaingan mangga antar varietas. Mangga dan Rambutan Indonesia juga menghadapi persaingan dengan buah - buahan impor. Impor buah - buahan terjadi karena adanya musim panen yang berbeda-beda dengan negara produsen lain.Komoditas mangga dan Rambutan memiliki arti strategis yang mendapat prioritas dalam pembangunan pertanian sebagian masyarakat Indonesia.
Permasalahan yang menjadi kendala agribisnis mangga dan Rambutan di Jawa Timur dan Jawa Barat adalah mutu buah yang rendah (Dihorti 2009).Mutu buah rendah ini menyebabkan kendala dalam meningkatkan ekspor mangga dan rambutan maupun untuk memenuhi kebutuhan pasar modern dan rendahnya harga yang diterima petani pada saat panen raya.Berdasarkan data karakteristik petani mangga dan tambutan di Provinsi Jawa Barat (Supriatna 2007), sebanyak 76 persen memiliki lahan kebun mangga sekitar 0.10 – 1.07 ha dan status penguasan kebun tersebut lebih banyak dimiliki oleh sendiri dan campuran (milik sendiri, sewa dan kontrak), serangan OPT berupa lalat buah, terbatasnya penanganan pascapanen, pemasaran dan lemahnya permodalan dan kelembagaan petani.
Pada Tahun 2012 telah diberlakukannya kebijakan pembatasan impor terhadap dua puluh komoditas hortikultura di Indonesia. Kebijakan impor produk hortikultura ini diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 60 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60 Tahun 2012 tentang Ketentuan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Adapun kedua puluh komoditas hortikultura tersebut adalah sepuluh jenis buah, seperti mangga, jeruk, dan pepaya; tujuh jenis sayuran, seperti kubis, kentang, bawang merah, dan bawang putih; serta tiga tanaman hias, seperti anggrek dan krisan.
Kementrian Pertanian (2013) menyatakan bahwa pada tahun 2015 mendatang Indonesia akan menghadapi ASEAN Economic Community dimana kawasan ASEAN akan menjadi pasar tunggal berbasis produksi tunggal. Pasar bebas ASEAN berdampak cukup besar bagi semua sektor perdagangan, termasuk sektor pertanian. Penurunan dan penghapusan tarif secara signifikan yangdilakukan oleh pemerintah akan mengakibatkan semakin banyaknya produk impor masuk ke Indonesia. Peningkatan daya saing produk lokal sangat diperlukan untuk menekan laju impor sebagai non tarif barier Buah-buahan impor masih sangat diminati oleh masyarakat Indonesia (Sukmaningtyas 2012). Diberlakukannya kebijakan pembatasan impor mangga menjadi peluang bagi pelaku usaha mangga Gedong Gincu untuk dapat memenuhi permintaan dalam negeri. Salah satu target pasar buah - buahan impor adalah pusat perbelanjaan. Dengan adanya kebijakan tersebut pasokan buah impor menjadi berkurang sehingga Pusat Perbelanjaan harus menambah pasokan buah lokal untuk mengisi kekosongan stok dari buah-buahan impor. Dalam meraih peluang tersebut CV. Sumber Buah SAE harus dapat meningkatkan daya saing dalam segi positioning dan strategi pemasaran buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan yang sepadan dengan buah-buahan yang mampu memasuki dan bersaing di pasar modern. Mutu buah menjadi perhatian penting pihak pusat perbelanjaan sehingga menjadi tantangan bagi pelaku usaha mangga Gedong Gincu dan Rambutan khususnya untuk melakukan perbaikan dalam kegiatan pemasarannya. Perbaikan ini bertujuan agar lembaga pemasaran CV. Sumber Buah SAE dapat melakukan ekspansi pasar ke pusat perbelanjaan di kota besar dan dapat bersaing pada pasar bebas ASEAN.
Mangga Gedong Gincu pada perusahaan CV. Sumber Buah SAEmemiliki keunggulan dalam segi produk. Mangga Gedong Gincu memiliki daya tarik yang lebih tinggi, daging yang manis, kulitnya berwarna merah jingga seperti lipstik dan wangi. Mangga Gedong Gincu juga sering dijadikan sebagai souvenir. Selain itu daya tahan buah mangga Gedong Gincu relatif lama yaitu 5 - 7 hari sedangkan Rambutan hanya dapat bertahan maksimal 5 hari. Mangga Gedong Gincu dan Rambutan sudah dapat menembus Pusat Perbelanjaan di Kota Besar dengan menunjukkan atribut branding dan labeling.
CV. sumber Buah SAE memiliki peluang untuk memperoleh tingkat harga yang lebih baik dengan memperluas wilayah cakupan distribusi. Hal tersebut menjadi peluang seiring meningkatnya permintaan buah-buahan di masa yang akan datang. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh CV. sumber Buah SAE, maka penting dilakukan penyusunan strategi pemasaran yang mendukung perusahaan untuk dapat memperluas pasar dan bersaing di Pusat Perbelanjaan Kota Besar dan pasar ekspor. Strategi pemasaran dibutuhkan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan pejualan mangga Gedong Gincu dan Rambutan, sehingga meskipun harga mangga Gedong Gincu dan Rambutan meningkat setelah penerapan strategi namun kuantitas yang dibutuhkan konsumen pun akan meningkat.
Dalam praktek kerja lapang ini penulis hanya menganalisis bauran pemasaran mangga Gedong Gincu dan Rambutan segar serta proses penanganan pasca panenmangga Gedong Gincu dan Rambutan segar pada CV. Sumber Buah SAE. Mangga Gedong Gincu dan Rambutan dipilih karena memiliki daya saing yang cukup tinggi. Selain itu mangga Gedong Gincu dan Rambutan kuat dalam positioning yang ditunjukkan dengan penambahan atribut produk seperti branding, labeling, dan packaging. Kartajaya (2006) menyatakan bahwa perusahaan yang mampu menghasilkan value yang kompetitif dapat memenangkan kompetisi dan salah satu taktik yang dapat digunakan perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan dan mendukung kegiatan pemasaran lainnya adalah dengan creative marketing mix.Oleh karena itu penulis memilih buah mangga Gedong Gincu dan Rambutan dengan mempertimbangkan bahwa perusahaan dapat memodifikasi komoditas yang dipasarkan dengan menerapkan strategi produk yang sudah diterapkan oleh buah mangga Gedong Gincu dan Rambutan.Selain itu analisis juga dilakukan dengan menganalisis strategi pemasaran mangga Gedong Gincu dan Rambutan khususnya pada CV. Sumber Buah SAE.
Strategi pemasaran berdasarkan matriks SWOT dan akan dikembangkan ke dalam program-program pemasaran pada arsitektur strategik. Penelitian ini terbatas hanya merancang strategi pemasaran yang tepat pada pemasaran komoditas mangga Gedong Gincu dan Rambutan CV. Sumber Buah SAE agar mampu bersaing dengan produk buah – buahan lainnyayang berdasarkan pada penerapan STP pada bauran pemasaran. Analisis STP ditinjau berdasarkan aspek segmentasi pasar (marketsegmentation), penetapan target pasar (market targeting), pemosisian produk (positioning) sedangkan elemen–elemen strategi bauran pemasaran 4P yang akan disusun terdiri dari produk (product), harga (price), tempat atau distribusi (place), dan promosi (promotion)..Dalam merumuskan strategi pemasaran diperlukan analisis lingkungan perusahaan berupa analisis lingkungan internal dan eksternal.Analisis lingkungan internal dilakukan dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.Analisis lingkungan eksternal dilakukan dengan mengidentifikasi peluang dan ancaman. Alternatif strategi tersebut diformulasikan dengan menggunakan matriks SWOT. Strategi yang diperoleh dijabarkan menjadi program-program yang diplotkan dalam strategi pemasaran Mangga Gedong Gincu dan Rambutan.
Diagram Alir Kerangka Pemikiran
Tujuan
Tujuan dari penyusunan proposal ini adalah merupakan salah satu persyaratan dalam melaksanakan penyusunan Tugas Akhir yang dilaksanakan melalui kegiatan Praktek Kerja Lapang di CV. SUMBER BUAH SAE, Cirebon, Jawa Barat yaitu untuk:
Mengetahui strategi pemasaran Mangga Gedong dan Rambutan Gincu di CV. SUMBER BUAH SAE, Cirebon, Jawa Barat
Mengetahui analisa finansial Mangga Gedong Gincu dan Rambutan di CV. SUMBER BUAH SAE, Cirebon, Jawa Barat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sejarah Tanaman Mangga dan Kerakteristik Mangga Gedong Gincu dan Rambutan
Sejarah Tanaman Mangga dan Rambutan
Mangga berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang – orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain – lain. Nama ilmiahnya sendiri mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”. Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1.500 tahun silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh. Sedangkan Rambutan (Nephelium sp.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. Hingga saat ini telah menyebar luas di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan Negara - negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub - tropis.
Kerakteristik Mangga Gedong Gincu
Mangga adalah salah satu jenis tanaman yang sangat populer di Indonesia. Rasa buahnya yang manis membuat buah ini menjadi primadona dan disukai oleh hampir seluruh masyarakat. Tanaman yang termasuk kedalam marga Mangifera diduga berasal dari wilayah India yang kemudian meyebar ke wilayah asia tenggara tarmasuk ke wilayah Indonesia dan Malaysia. Adapun mangga yang tumbuh di Indonesia termasuk kedalam jenis Mangifera indica L, seperti mangga golek, manalagi, arum manis, gedong dan jenis Mangifera foetita yaitu kweni dan kemang.
Mangga Gedong Gincu berasal dari daerah cirebon, bentuknya unik, warna kulit serta daging buahnya kuning kemerahan dan tampak mencolok, kulit tipis, bentuk bulat tanpa lekukan, daging tebal dan berserat halus rasanya manis dan aromanya harum. Karena warnanya, mangga Gedong Gincu cukup laku di pasaran luar negeri. Ukuran buahnya tergolong sedang, panjangnya antara 10 – 12 cm dan berat rata - rata 200 g/buah. Mangga Gedong Gincu yang matang dapat tahan selama 5 – 7 hari dalam masa penyimpanan.
Warna mangga Gedong Gincu akan semakin sempurna daya tariknya ketika sudah masuk dalam fase matang sempurna, warna kuning kemerahan layaknya warna gincu. Membiarkan mangga Gedong Gincu matang secara alami di pohonnya, membuat rasa manis yang dikandung dan warna yang memikat dari buah ini semakin menunjukan ke cantikannya.
Mangga Gedong mempunyai kelebihan dibandingkan jenis mangga lainnya yaitu dapat dipanen dalam dua bentuk, pertama bentuk Gedong (tingkat kematangan 60 persen) dan Gedong Gincu (tingkat kematangan di atas 70 persen), dengan perbedaan waktu panen antara 10 sampai 15 hari. Gedong Gincu saat ini mempunyai peluang pasar cukup besar baik pasar domestik maupun pasar ekspor karena buahnya mempunyai aroma sangat tajam, warna buah merah menyala dan mengandung banyak serat.
Karakteristik yang melekat pada Mangga Gedong Gincu adalah produk tersebut umumnya bersifat mudah membusuk dan sulit diangkut dalam jarak jauh dengan tanpa menimbulkan kerusakan dan susut yang besar. Rendahnya kualitas buah mangga tersebut antara lain disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal buah mangga yang mendapat perlakuan kurang cermat selama proses pasca panen. Faktor eksternal antara lain goncangan selama proses transportasi sehingga akan menyababkan buah tersebut memar. Memar merupakan gejala kerusakan buah akibat getaran dan guncangan yang dialami buah selama transportasi. Memar juga disebabkan gesekan antar buah maupun gesekan buah dengan dinding kemasan yang berlangsung selama proses transportasi. Memar akan segera diikuti dengan pembusukan sehingga buah menjadi tidak layak jual.
Faktor internal antara lain laju respirasi dan produksi etilen, dimana buah mangga gedong gincu termasuk dalam buah klimakterik. Gedong Gincu adalah jenis buah mangga yang banyak digemari saat ini. Mangga Gedong Gincu yang mendapat respon positif baik di kalangan domestik maupun internasional, bahkan Mangga Gedong Gincu telah menjadi andalan komoditas ekspor buah Indonesia khususnya di daerah Cirebon.
Kerakteristik Rambutan
Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara.Kata "rambutan" berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut.
Pohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8 m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4 m. Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur, dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal.
Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan merona (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.
Tumbuhan ini menghasilkan bunga setelah tujuh tahun jika ditanam dari biji, namun pada usia 2 tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif. Rambutan berumah dua, tetapi bersifat androdioecious, ada tumbuhan penghasil bunga jantan saja dan tumbuhan penghasil bunga banci. Tumbuhan jantan tidak pernah menghasilkan buah.
Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. Di daerah Sumatera bagian utara, yang tidak mengenal musim kemarau rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga muncul biasanya setelah masa kering 3 bulan (di Jawa dan Kalimantan biasanya pada bulan Oktober dan November).
Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5 mm atau bahkan lebih kecil. Bunga jantan tidak menghasilkan putik. Tumbuhan banci yang baru berbunga biasanya menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti dengan bunga dengan alat betina (putik). Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi pembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan.
Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas ("rambutan ace"/ngelotok).
Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah.Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai "musim rambutan". Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga.
Varietasunggul rambutan yang sudah dilepas Departemen Pertanian Republik Indonesia hingga 2005 adalah:
'Rapiah' dari Pasar minggu.
'Bahrang' dari Langkat,
'Lebak bulus' dari Pasar minggu,
'Sibatuk Ganal' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
'Nona' dari Kampar, Riau,
'Binjai' dari Pasar minggu
'Antalagi' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
'Sibongkok' dari Sungai Luhut, Kalimantan Selatan,
'Garuda' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan
'Tangkue Lebak' dari Kecamatan Maja, Banten,
'Narmada' dari NTB,
Konsep Pemasaran
Konsep Pemasaran dibedakan dengan penjualan. Pemasaran merupakan orientasi manajemen yang beranggapan bahwa tugas utama perusahaan adalah memaksimalkan kepuasan konsumen (consumer satifaction), sedangkan penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan pemasaran yang lebih berorientasi kepada peningkatan volume penjualan yang maksimal.
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos. Strategos terbentuk dari kata stratos yang berarti militer dan –ag yang berarti memimpin. Dengan demikian strategi berarti memimpin dalam (dunia) militer. Menurut kamus besar bahasa Indonesia terbitan tahun 1991 menyatakan strategi sebagai dan seni menggunakan sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. Kedua definisi ini membuktikan bahwa konsep dan teori tentang strategi banyak diadaptasi dari strategi militer. Konsep strategi dapat didefinisikan berdasarkan dua perfektif yang berbeda, yaitu (1) perfektif apa yang suatu organisasi ingin lakukan (intends to ) dan (2) perfektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (aventually does).
Berdasarkan perfektif pertama, strategi didefinisikan sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi serta mengimplementasikan misinya. Sedangkan perfektif kedua, strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau spon organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu (Stoner, Freeman dan Gilbert, Jr dalam Tjiptono, 2001).
Definisi lain di ungkap oleh Robinson (1997) yang dikutip dalam Yoshida (2006) yang menyebutkan bahwa strategi merupakan pola keputusan alokasi umber daya yang dibuat di dalam organisasi. Pola keputusan ini menyatakan tentang tujuan yang ingin dicapai berdasarkan pada kepercayaan tentang hal-hal dapat diterima dan yang harus dihindari untuk mencapai tujuan tersebut.Strategi dirancang untuk memastikan tujuan utama organisasi dapat dicapai melalui implementasi yang tepat oleh organisasi itu sendiri.
Sedangkan menurut pakar ahli strategi Hamel dan Prahalad yang dikutip Umar (2000) menyatakan bahwa strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan dimasa depan. Dengan demikian strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti.perlu mencari kompetensi inti ini didalam bisnis yang dilakukan.
Lebih jauh menurut Hax dan Majluf dalam Yoshida (2006) menyatakan strategi organisasi yang komprehensif memiliki ciri-ciri sebagai berikut.strategi bersifat koheren, menyatu dan menunjukkan pola keputusan integratif. Kedua, strategi menentukan dan menyatukan secara tersurat arah terutama dalam hal tujuan jangka panjang, program-program kegiatan dilakukan dan prioritas alokasi sumber daya. Ketiga, strategi digunakan memilih bisnis apa yang akan dimasuki oleh organisasi saat ini atau bisnis akan ditekuni oleh organisasi tersebut dimasa yang akan datang. strategi merupakan usaha organisasi untuk mencapai keunggulan jangka secara terus menerus dalam setiap bisnis yang dimasukinya dan dari yang berasal dari lingkungan bisnis yang dihadapinya. Strategi seluruh tingkatan hirarki dalam organisasi, yaitu tingkat korporasi, dan fungsional.Kelima, strategi menentukan kontribusi natural ekonomis - ekonomis bagi para stakeholder orgnisasi yang bersangkutan. Unsur Strategi Assauri (2011) suatu organisasi mempunyai banyak strategi, maka itu harus mempunyai bagian-bagian yang mencakup unsur-unsur strategi adalah:
Dimana organisasi selalu aktif dalam menjalankan aktivitasnya. Unsur ini dikenal sebagai gelanggang aktivitas atau arena.
Bagaimana kita dapat mencapai arena, yaitu penggunaan sarana kendaraan.
Bagaimana kita dapat menang di pasar. Hal ini merupakan pembeda atau yang dikenal dengan differentiators.
Apakah langkah atau tahap, serta urutan pergerakan kegiatan, serta kecepatannya.
Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton 1978). Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain konsep pemasaran Mangga Gedong Gincu dan Rambutan yaitu:
Identifikasi keinginan konsumen, untuk mengetahuinya diperlukan penelitian yang cermat.
Identifikasi produk yang dipasarkan. Hal ini mendukung pengertian bahwa buat apa produk tersebut dipasarkan.
Identifikasi dan sekaligus menciptakan dan membina konsumen. Yang dimaksud adalah untuk menciptakan dan membina langganan pada semua segmen terutama segmen pasar, karena konsumen pada segmen pasar tertentu akan menentukan macam dan kualitas barang yang diminta.
Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta dan Handoko 1982). Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru yang dengan disebut "Konsep Pemasaran".
Secara definisi, manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler 1980). Sedangkan dalam Wikipedia bahasa Indonesia disubutkan: Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Selanjutnya pengertian pemasaran dalam KBBI (2008:1130)
Proses, cara, tindakan memasarkan suatu barang dagangan.
Perihal menyebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat.
Basu Swasta (2000) dalam buku Manajemen Penjualannya menyebutkan, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa, ide kepada pasar agar dapat mencapai pasar sasaran. Menurut Djaslim Saladin (2003) Suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang – barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Dan Pemasaran menurut Philip Kotler (2000) adalah : Suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Pengertian bauran pemasaran menurut Buchari Alma (2007) marketing mix merupakan strategi mencampur kegiatan – kegiatan marketing, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan hasil yang paling memuaskan.Bauran pemasaran adalah “serangkaian dari variabel pemasaran yang dapat dikuasai oleh perusahaan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam pasar sasaran” (Djaslim Saladin2007).Sedangkan menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.
Product (Produk)
Produk menurut Kotler dan Keller (2009) adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan.Produk – produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara – acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan. Istilah lain dari produk yaitu seperti penawaran dan pemecahan. Produk atau penawaran dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu barang fisik, jasa, dan pemecahan.Tingkat kepentingan produk fisik lebih tergantung kepada jasa yang mereka berikan daripada kepemilikannya.
Kotler yang dialihbahasakan Benyamin Molan (2007) menyebutkan, pada dasarnya barang dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok menurut daya tahan dan wujudnya, diantaranya adalah :
Barang yang tidak tahan lama (Non durable goods) adalah barang – barang berwujud yang biasanya tetap bertahan walau biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Karena barang – barang ini dikonsumsi dengan cepat dan sering di beli, maka strategi yang tepat adalah dengan menyediakannya di berbagai lokasi, selain itu tipe barang seperti ini hanya membutuhkan marjin yang kecil, dan memasang iklan besar – besaran untuk memancing orang mencobanya dan membangun preferensi.
Barang tahan lama (durable goods) adalah barang berwujud yang biasanya tetap digunakan walaupun sudah digunakan berkali – kali. Produk tahan lama biasanya memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, mempunyai marjin yang lebih tinggi dan memerlukan lebih banyak garansi dari penjual.
Jasa (service) adalah produk – produk yang tidak berwujud tidak terpisahkan, dan mudah habis. Akibatnya produk ini biasanya memerlukan pengendalian mutu, kredibilitas pemasok, dan kemampuan penyesuaian lebih tinggi.
Menurut Nasution (2004), Kecocokan dalam menggunakan suatu produk adalah apabila produk mempunyai daya tahan penggunaannya yang lama, produk yang digunakan akan meningkatkan citra atau status konsumen yang menggunakannya, produk tidak mudah rusak, adanya jaminan kualitas (quality assurance) dan sesuai etika bila digunakan.
Kualitas Produk
Produsen memahami begitu pentingnya peranan dan arti kualitas produk yang unggul untuk memenuhi harapan pelanggan pada semua aspek produk yang dijual ke pasar. Para petinggi atau manajemen puncak perusahaan juga umumya semakin menyadari dan mempercayai adanya keterhubungan langsung antara kualitas produk terhadap customer satisfaction (kepuasan pelanggan) yang pada akhirnya akan meningkatkan raihan pangsa pasar (market share) di pasar sasaran. Keberadaan kepuasan pelanggan pada perusahaan merupakan sebuah variabel yang sangat penting dan menentukan keberhasilan sutu perusahaan.Salah satu tolak ukurnya adalah kualitas. Sebaliknya produk dengan level indeks kepuasan rendah, pertumbuhan penjualannya cenderung minus. Merancang dan mengembangkan produk dengan fokus pada keinginan dan kepuasan pelanggan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar – tawar.
Menurut Kotler yang dialihbahasakan oleh Muhtosin Arif (2006), arti kata kualitas dalam The American Society for Quality Control diartikan sebagai totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang memiliki kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun implisit. Hal ini berarti fitur produk yang ditawarkan juga menentukan mutu yang akan mempengaruhi kepuasan konsumen. Produsen dikatakan telah menyampaikan mutu jika produk atau yang ditawarkannya sesuai atau melampaui ekspektasi pelanggan.
Sementara dalam mendifinisikan kualitas produk para ahli dalam manajemen mutu terpadu (total quality management) mengungkapkan pengertiannya yang saling berbeda pendapat tetapi dari perbedaan tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang sama, adapun beberapa definisi yang dikemukakan diantaranya adalah:
Pengertian kualitas produk menurut Juran, (2004), kualitas produk adalah kecocokan penggunaan produk (fitness for use) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Kecocokan penggunaan itu didasarkan atas lima ciri utama, yaitu:
Teknologi, yaitu kekuatan atau daya tahan
Psikologis, yaitu citra rasa atau status
Waktu, yaitu kehandalan
Kontraktual, yaitu adanya jaminan
Etika, yaitu sopan santun, ramah dan jujur
Menurut Nasution (2004), Kecocokan dalam menggunakan suatu produk adalah apabila produk mempunyai daya tahan penggunaannya yang lama, produk yang digunakan akan meningkatkan citra atau status konsumen yang menggunakannya, produk tidak mudah rusak, adanya jaminan kualitas (quality assurance) dan sesuai etika bila digunakan.
Kecocokan penggunaan produk seperti dikemukakan di atas memiliki dua aspek utama, yaitu ciri – ciri produknya memenuhi tuntutan penggunaan dan tidak memiliki kelemahan. Adapun aspek tersebut diantaranya adalah:
Ciri-ciri produk yang memenuhi permintaan pelanggan
Produk berkualitas, memiliki ciri yang khusus atau istimewa, berbeda dari produk pesaing dan dapat memenuhi harapan atau tuntutan sehingga dapat memuaskan pelanggan.Kualitas yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan meningkatkan kepuasan pelanggan, membuat produk laku terjual, dapat bersaing dengan pesaing, meningkatkan pangsa pasar dan volume penjualan serta dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.
Bebas dari kelemahan
Suatu produk dapat dikatakan berkualitas tinggi apabila di dalam suatu produk serta unsur yang terdapat didalamnya tidak terdapat kelemahan, tidak terdapat cacat sedikitpun. Kualitas yang tinggi menyebabkan perusahaan dapat mengurangi tingkat kesalahan, mengurangi pengerjaan kembali dan pemborosan, mengurangi pembiayaan terhadap klaim garansi, mengurangi ketidakpuasan pelanggan, mengurangi inspeksi dan pengujian, mengurangi waktu pengiriman produk ke pasar, meningkatkan hasil (yield) dan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, serta memperbaiki kinerja penyampaian produk.
Crosby, dalam Nasution (2004), menyatakan bahwa kualitas adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang diisyaratkan atau di standarkan.Suatu produk memiliki kualitas apabila sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan.Standar kualitas meliputi bahan baku, proses produksi, dan produk jadi.
Deming, dalam Nasution (2004), menyatakan bahwa kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar.Apabila Juran mendefinisikan kualitas sebagai fitness for use dan Crosby sebagai conformance to requirement, deming mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen. Perusahaan harus benar – benar dapat memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen atas suatu produk yang akan dihasilkan.
Feigenbaum, dalam M. Nasution (2004), menyatakan bahwa kualitas adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (full customer satisfaction). Suatu produk berkualitas apabila dapat memberikan kepuasan sepenuhnya kepada konsumen, yaitu sesuai dengan apa yang diharapakan konsumen atas suatu produk.
Garvin dan Davis, dalam Nasution (2004), menyatakan bahwa kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, manusia atau tenaga kerja, proses dan tugas, serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau konsumen.
Meskipun tidak ada definisi kualitas yang diterima secara universal, namun pengertian kualitas di atas terdapat beberapa persamaan, yaitu sebagai berikut:
Kuallitas mencakup usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah
Setelah melihat definisi di atas, maka kualitasproduk mengacu pada bagaimana produk tersebut menjalankan fungsinya yang mencakup keseluruhan dari produk, yaitu berupa ketahanan, kehandalan, ketepatan, kemudahan dalam pengoperasian, dan kemudahan dalam perbaikan serta atribut – atribut nilai lainnya. Penetapan kualitas merupakan salah satu cara untuk memenangkan persaingan di pasar, karena mutu merupakan salah satu cara penempatan suatu produk di benak pelanggan.
Price (Harga)
Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa.Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa.
Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: “Price is the amount of money and or goods needed to acquire some combination of another goods and its companying services”. Harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu – satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan.
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:
Cost – Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
Cost – Plus – Pricing (Penetapan harga biaya plus)
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran)
Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.
Value – Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
Competition – Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
Going – rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
Scaled – Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.
Place (Tempat atau distribusi)
Menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.
Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / tempat mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.
Promotion (Promosi)
Merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan dengan tujuan utama untuk menginformasikan, membujuk, mempengaruhi dan mengingatkan konsumen agar membeli produk dari perusahaan.Dalam hal ini keputusan – Keputusan yang diambil mencakup iklan, penjualan personal, promosi penjualan, dan publikasi.Menurut Philip Kotler promotion tools didefinisikan sebagai berikut :
Advertising (Periklanan)
Suatu promosi barang atau jasa yang sifatnya non personal dilakukan oleh sponsor yang diketahui.
Personal selling (Penjualan perorangan)
Penjualan perorangan yang dilakukan oleh para wiraniaga yang mencoba dan membujuk untuk melakukan penjualan sekaligus.
Sales promotion (Promosi penjualan)
Suatu kegiatan yang dimaksud untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersedia membeli produk atau jasa suatu perusahaan.
Public relation (Publisitas)
Suatu kegiatan pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatu perusahaan disebarluaskan oleh media komunikasi.
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasarmenjadi kelompok – kelompok pembeliyang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses identifikasi dan analisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar. Ada beberapa definisi dari segmentasi pasar menurut para ahli, yaitu:
Swastha dan Handoko (1997)
Mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi – bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan – satuan pasar yang bersifat homogen.
Pride dan Ferrel (1995)
Mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen – segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Kotler, Bowen dan Makens (2002)
Pasarterdiri dari pembeli dan pembeli berbeda – beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing – masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing – masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing – masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar – benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas – kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda – beda.
Kotler
Segmentasi pasar, yaitu usaha pemisahan pasar pada kelompok – kelompok pembeli menurut jenis – jenis produk tertentu dan yang memerlukan bauran pemasaran tersendiri. Perusahaan menetapkan berbagai cara yang berbeda dalam memisahkan pasar tersebut, kemudian mengembangkan profil – profil yang ada pada setiap segmen pasar, dan menilai daya tarik masing – masing segmen – segmen pasar.
Hermawan Kertajaya
Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Kita perlu secara kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul dipasar.Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen adalah:
Segmentasi geografi
Variabel tersebut, antara lain: wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim. Segmentasi geografi akan membagi pasar ke dalam beberapa bagian geografi yang berbeda ‐ beda seperti negara, negara bagian, wilayah, kota, dan desa. Perusahaan akan beroperasi pada satu atau beberapa area geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan.
Segmentasi demografi
Variabel tersebut, antara lain: umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dan lain - lain. Dalam segmentasi demografi, pasar dibagi menjadi grup ‐ grup dengan dasar pembagian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendekatan, tingkat pendidikan, dan agama. Setidaknya beberapa alasan mengapa pendekatan demografi hampir selalu disertakan, antara lain adalah informasi demografi adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan insight tentang trend yang sedang terjadi, meski tidak dapat untuk meramalkan perilaku konsumen, demografi dapat dilihat untuk melihat perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan untuk mengevaluasi kampanye ‐ kampanye pemasaran.
Segmentasi psikologis
Variabel tersebut, antara lain: kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk. Ciri ‐ ciri psikologis berkenaan dengan inner atau kualitas intrinsic dari consumer individual.Strategi segmentasi konsumen kadang ‐ kadang didasarkan pada variabel psikologis yang spesifik.Konsumen dapat dibagi menurut demografi tetapi seringkali ini tidaklah cukup. Perusahaan ingin tahu lebih jauh apa sebenarnya yang membuat orang‐orang yang memiliki usia, penghasilan, pendapatan dan pendidikan yang sama berbeda dalam merespon suatu stimuli pemasaran. Dalam segmentasi psikografis, perilaku konsumen diobservasi melalui kelas sosial (social class), gaya hidup (lifestyle), nilai ‐ nilai kehidupan yang dianut (value) dan kepribadian (personality). Menurut Philip Kotler (1997) tentang Kepuasan Konsumen, yaitu perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dengan harapannya.
Manfaat dan kelemahan Segmentasi
Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991). Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan – kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
Dapat mendesign produk yang benar – benar sesuai dengan permintaan pasar.
Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode – periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing – masing segmen.
Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan – kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Targeting (Target Pasar)
Targeting adalah proses penyeleksian produk, baik barang maupun jasa atau pelayanan terbaik sehingga benar – benarberada pada posisi yang terbaik guna mencapai keberhasilan. Setelah perusahaan mengidetifikasikan peluang segmen pasar, selanjutnya adalah mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market.Targeting adalah kumpulan pembeli dengan kebutuhan atau karateristik serupa yang akan dilayani oleh perusahaan (Kotler dan Armstrong 1997). Pasar sasaran merupakan keputusan perusahaan mengenai segmen atau pasar manakah yang akan dilayani (Swastha dan Irawan 1990).
Menurut Gitosudarmo (1999) pada dasarnya ada tiga jenis strategi pemasaran dalam pasar sasaran, yaitu:
Strategi satu sasaran (single target). Dalam hal ini perusahaan memilih salah satu segmen yang dipandang paling potensial dan kemudian dijadikannya sebagai sasaran atau target untuk dilayaninya dengan marketingmixnya. Strategi ini disebut concentrated marketing.
Strategi sasaran ganda (multy targets). Disini perusahaan memiliki dua atau beberapa bahkan mungkin semua segmen untuk dilayaninya tetapi dengan cara pelayanan atau strategi marketing mix yang berbeda terhadap segmen yang berbeda. Jadi dalam hal ini perusahaan melakukan strategi yang berbeda terhadap segmen yang berbeda. Strategi ini sering disebut sebagai differentiatedmarketing.
Strategi kombinasi sasaran (combine targets). Dalam hal ini perusahaan mengkombinasikan atau menyatukan beberapa segmen menjadi satu segmen menjadi satu segmenyang lebih luas sebagai sasarannya dan kemudian mengaturstrategi untuk segmen pasar yang luas tersebut. Strategi inisering disebut sebagai undifferentiated marketing.
Positioning (Posisi Pasar )
Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Positioning adalah cara produk, merek atau organisasi perusahaan dipersepsikan secara relatif dibandingkan dengan para pesaing oleh pelanggan saat ini maupun calon pelanggan (Tjiptono 2007). Positioning adalah mengembangkan bauran pemasaran spesifik untuk mempengaruhi keseluruhan persepsi pelanggan pelanggan potensial terhadap merek, lini produk, atau organisasi secara umum (Lamb, Hair, Mc Daniel 2001).
Langkah – Langkah Positioning
Menurut Kotler dalam Lupiyoadi (2001), setidaknya ada tiga langkah dalam melakukan positioning, yakni :
Mengenali keunggulan–keunggulanyang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan dengan pesaing.
Memilih keunggulan–keunggulanyang paling kuat/menonjol.
Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.
Kriteria Positioning
Tidak semua keunggulan merupakan indikator yang biasa ditampilkan ke pasar, tetapi harus diseleksi. Menurut Kotler dalam Lupiyoadi (2001), sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria :
Penting. Keunggulan itu harus merupakan kemampuan yang dianggap sangat penting oleh cukup banyak pembeli.
Berbeda. Belum ada pesaing yang menawarkan/memposisikan keunggulan itu atau mereka sudah ada yang menawarkannya namun masih dengan cara yang lebih umum.
Unggul (superior). Keunggulan itu lebih baik disbanding yang dimiliki produk atau jasa lainnya yang dimiliki pesaing.
Dapat dikomunikasikan. Keunggulan itu dapat dikomunikasikan dan menjadi perhatian pembeli atau calon pembeli.
Pelopor. Pesaing sulit meniru keunggulan yang dimiliki tersebut.
Harga terjangkau. Pembeli mampu membayar biaya keunggulan yang ditambahkan dalam produk tersebut.
Menguntungkan. Perusahaan dapat memperoleh laba dari pemberian keunggulan tersebut.
Analisis Lingkungan Perusahaan
Analisis keberadaan suatu perusahaan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan. Lingkungan perusahaan mengalami perubahan yang cukup drastis dinamis yang mengakibatkan persaingan yang ketat antara perusahaan. Untuk dapat berkembang atau setidak-tidaknya dapat bertahan pada kondisi lingkungan selalu berubah, pihak manajemen dituntut untuk dapat membuat perencanaan yang matang baik rencana jangka pendek maupun rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan perusahaan. Analisis lingkungan secara sistematis efektif juga membantu perencana strategi untuk mengembangkan sistem pencegahan dini untuk menghindari ancaman atau mengembangkan strategi yang dapat mengubah ancaman menjadi keuntungan bagi perusahaan. Analisis ini juga bertujuan agar manajer perusahaan memiliki kemampuan untuk dapat meramalkan perubahan yang mungkin terjadi, sehingga dapat mengantisipasi perubahan tersebut. Lingkungan perusahaan terbagi menjadi dua, yaitu lingkungan internal perusahaan dan lingkungan eksternal perusahaan.Analisis lingkungan internal perusahaan ditujukan untuk melihat sektor lingkungan dalam menentukan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Faktor internal perusahaan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi arah dan tindakan perusahaan yang berasal dari perusahaan. Analisis ini diperlukan dalam menyusun matriks IFE. Sedangkan analisis lingkungan eksternal perusahaan ditujukan untuk melihat sektor lingkungan dalam menentukan peluang dan ancaman terhadap perusahaan. Faktor eksternal perusahaan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi arah dan tindakan perusahaan yang berasal dari luarperusahaan.
Analisis Lingkungan Internal
Kekuatan internal berasal dari dalam perusahaan meliputi manajemen sumberdaya manusia dan organisasi, manajemen produksi dan operasi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, sistem informasi manajemen.Melalui analisis internal, kekuatan dan kelemahan tersebut diharapkan dapat dievaluasi sehingga perusahaan dapat memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan yang dimilikinya.Penjelasan dari setiap faktor internal diuraikan sebagai berikut :
Manajemen
Organisasi adalah kumpulan manusia dan sarana pendukung yang diikat pada satu kesatuan untuk mencapai tujuan bersama.Manajemen pengaturan dan kerjasama unsur-unsur manusia dengan manusia dan sarana pendukung (alat-alat) untuk mencapai tujuan (organisasi) secara efektif dan efisien. Menurut George R.Terry berpendapat bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan (organisasi) yang sudah ditentukan sebelumnya dengan mempergunakan bantuan orang lain. Fungsi manajemen dalam suatu organisasi terdiri atas lima aktivitas pokok yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemotivasian, penempatan staf dan pengontrolan.
Produksi dan Operasi
Produksi adalah kegiatan yang menciptakan, mengolah, mengupayakan pelayanan, menghasilkan barang dan jasa atau usaha untuk meningkatkan suatu benda agar menjadi lebih berguna bagi kebutuhan manusia. Indikator; Jenis produksi, jumlah produksi dan lama proses produksi. Fungsi produksi dan operasi adalah suatu bisnis yang terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Manajemen produksi menangani input, transformasi dan output yang beragam dari satu industri dan pasar ke industri dan pasar yang lain (David, 2009).
Pemasaran
Pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, pemberian harga, promosi dan pendistribusian ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan individu dan tujuan organisasi. Pemasaran adalah proses mendefinisikan, mengantisipasi, menciptakan serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas suatu produk (David, 2009). Fungsi dasar pemasaran terdiri atas analisis pelanggan, penjualan produk, perencanaan produk, penetapan harga, distribusi, riset pemasaran, dan analisis peluang. Perusahaan dalam pencapaian tujuan dan sasarannya dapat menggunakan suatu alat yang dikenal dengan bauran pemasaran, yang terdiri dari product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi), people (orang), physical Evidance (bukti fisik) dan process (proses).
Keuangan
Menurut David (2009) keuangan adalah ukuran terbaik untuk posisi kompetitif dan daya tarik keseluruhan.dana sangat dibutuhkan dalam operasional perusahaan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan antara lain kemampuan perusahaan memupuk modal jangka pendek dan jangka panjang, beban yang harus dipikul sebagai upaya memperoleh modal tambahan, hubungan baik dengan penanam modal dan pemegang saham, pengelolaan keuangan, struktur modal kerja, harga jual produk, pemantau penyebab inefisiensi dan sistem akunting yang handal.
Sistem Informasi Manajemen
Informasi menghubungkan semua fungsi bisnis dan menyediakan landasan bagi semua keputusan manajerial. Informasi merepresentasikan sumber penting keunggulan atau kelemahan manajemen kompetitif. Sistem informasi yang efektif adalah seperti sebuah perpustakaan, mengumpulkan, mengelompokkan, dan mengisi data untuk digunakan oleh para manajer di perusahaan. Sistem informasi adalah sebuah sumber daya strategis yang penting, yang memonitor beragam isu dan tren eksternal dan internal, mengidentifikasi ancaman-ancaman kompetitif, dan membantu dalam penerapan, pengevaluasian dan pengendalian strategi.
Lingkungan Eksternal Perusahaan
Lingkungan eksternal perusahaan menjelaskan tentang peluang dan ancaman besar yang dihadapi oleh suatu perusahaan di masa kini ataupun masa akan datang, sehingga manajer dapat merumuskan strategi yang tepat guna mengambil keuntungan dari berbagai peluang dan meminimalkan dampak dari ancaman yang muncul. Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan pemindaian (scanning), pengawasan (monitoring), peramalan (forecasting) dan penilaian (assessing). Analisis lingkungan eksternal perusahaan dibagi menjadi dua kategori diantaranya adalah lingkungan jauh dan lingkungan industri.
Lingkungan jauh merupakan lingkungan yang secara tidak langsung mempengaruhi keputusan strategi perusahaan dalam jangka panjang dan bersifat uncontrollable. Sedangkan lingkungan industri merupakan analisa terhadap kelompok yang terkait ( stake holder). Perusahaan harus melakukan penilaian secara hati-hati terhadap tekanan-tekanan dari potensi masuknya pesaing baru, saing pemasok, daya saing pembeli, potensi pengembangan produk penganti maupun persaingan antar perusahaan saingan dari stake holder. Karena semakin besar kekuatan dari tiap-tiap elemen tersebut maka kemampuan perusahaan untuk meningkatkan harga atau laba semakin terbatas.
Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh adalah lingkungan eksternal organisasi yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup yang berada di luar dan terlepas dari faktor operasi perusahaan. Lingkungan jauh terdiri ekonomi, teknologi, politik kebudayaan.
Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli konsumen dan pola pengeluarannya. Pasar memerlukan daya beli selain jumlah orang. Daya beli total tergantung pada pendapatan sekarang, harga-harga, tabungan dan utang. Pemasar harus menyadari kecenderungan utama dalam pendapatan dan pengeluaran konsumen yang berubah-ubah (Kotler, 2002).
Lingkungan Teknologi
Perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang pesat baik di bidang bisnis maupun bidang yang mendukung kegiatan bisnis.Sebenarnya terknologi tidak hanya mencakup penemuan terbaru saja tetapi juga meliputi cara-cara pelaksanaan atau metode baru dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Teknologi memberikan gambaran yang luas meliputi mendesain, menghasilkan dan mendistribusikan. Teknologi mungkin adalah kekuatan yang paling dramatis yang membentuk lingkungan pemasaran.(Kotler dan Amstrong, 1996).
Lingkungan Politik
Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi pula oleh perkembangan dalam lingkungan politik. Lingkungan ini terdiri dari undang-undang, lembaga pemerintah dan golongan yang berpengaruh yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat (Kotler, 2002). Lingkungan Sosial Budaya dan Demografi sosial yang berpengaruh adalah kepercayaan, nilai sikap, opini, dan hidup orang-orang di lingkungan eksternal yang berkembang dari kultural, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnik (David 2009).
Lingkungan Industri
Kekuatan dalam bersaing pada lingkungan industri bergantung pada lima yaitu ancaman terhadap masuknya pendatang baru, ancaman terhadap substitusi, kekuatan tawar menawar pemasok, dan kekuatan tawar pembeli, dan persaingan anggota industri. Ancaman Pendatang Baru.
Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya kapasitas menjadi terjadinya perebutan pangsa pasar, serta perebutan sumberdaya yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi yang sudah ada. Besarnya ancaman masuk bergantung pada hambatan yang ada dan reaksi dari peserta persaingan yang sudah ada. Terdapat sumber utama hambatan masuk, yaitu:
Skala Ekonomi
Skala ekonomi adalah bertambahnya jumlah barang yang diproduksi dalam satu periode sehingga menurunkan biaya satuan per unit. Skala ekonomi ini menghalangi masuknya pendatang baru dengan cara memaksanya masuk dalam skala besar dengan konsekuensi menghadapi reaksi keras dari pesaing yang ada.
Deferensiasi Produk
Perusahaan yang melakukan deferensiasi produk memiliki identifikasi merk dan loyalitas pelanggan yang disebabkan oleh periklanan, pelayanan pelanggan, perbedaan produk di masa lampau atau sekedar perusahaan pertama yang memasuki industri. Deferensiasi produk memaksa pendatang baru untuk mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi kesetiaan pelanggan.
Kebutuhan Modal
Kebutuhan untuk menanamkan investasi sumber daya keuangan yang besar menciptakan hambatan masuk khususnya jika modal yang diperlukan untuk periklanan tidak dapat kembali.
Biaya Beralih Pemasok
Hambatan masuk yang tercipta dengan adanya biaya beralih pemasok yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lain. Biaya peralihan meliputi biaya karyawan, biaya perlengkapan yang baru, desain ulang produk, bahkan biaya psikologis akibat hubungan yang rusak.
Akses ke Saluran Distribusi
Hambatan yang masuk dapat ditimbulkan dengan adanya kebutuhan pendatang baru untuk mengamankan distribusi produknya.Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang mapan maka perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara-cara penurunan harga, kerjasama periklanan dan sebagainya.
Kebijakan Pemerintah
Pemerintah dapat membatasi bahkan menutup masuknya industri dengan melakukan pengendalian dan pengawasan, seperti perjanjian lisensi dan batasan-batasan akses ke bahan baku. Pemerintah juga memainkan peranan secara tidak langsung seperti standar polusi udara dan peraturan keamanan.
Hambatan Biaya Terlepas Dari Skala
Perusahaan yang telah mapan memiliki keunggulan biaya yang tidak dimiliki oleh pendatang baru, seperti keunggulan lokasi yang strategis, teknologi rahasia, penguasaan yang menguntungkan terhadap bahan baku, subsidi pemerintah dan keunggulan kurva.
Ancaman Produk Substitusi.
Semua perusahaan dalam suatu industri dengan produk substitusi, meskipun karakteristik berbeda, barang substitusi dapat memberikan fungsi dan jasa yang sama. Ancaman produk substitusi kuat jika konsumen dihadapkan pada harga lebih murah dan kualitas sama atau lebih baik dibandingkan dengan produk industri tersebut.
Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (Suppliers).
Pemasok dapat mempengaruhi industri melalui kemampuan menaikkan harga atau menurunkan kualitas produk atau pelayanan. Hubungan antara perusahaan dengan pemasok sangat penting untuk keberlanjutan usaha dalam dukungan bahan baku.
Kekuatan Tawar Menawar Pelanggan (Buyers).
Untuk melihat seberapa jauh para pembeli dengan kekuatan yang mereka miliki mampu mempengaruhi industri untuk menurunkan harga produk, serta meningkatkan mutu dan pelayanan.
Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri.
Tingkat persaingan industri meliputi : jumlah kompetitor, karakteristik produk, biaya tetap yang besar, kapasitas dan hambatan keluar.
Matriks EFE dan IFE
(David 2009) mengungkapkan perumusan strategi yang dilakukan oleh dapat menggunakan matrik IFE dan EFE yang merupakan matriks faktor internal dan eksternal perusahaan untuk mengidentifikasi lingkungan dan eksternal yang memperngaruhi perusahaan.Matriks EFE digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal perusahaan.Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal yang menyangkut persoalan ekonomi, sosial, budaya, demografis, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi, persaingan di pasar industri di mana perusahaan berada serta berbagai data eksternal lainnya yang relevan.Hal ini penting karena faktor eksternal berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan.
Matriks IFE digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting.Data dan informasi aspek internal dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan, misalnya dari aspek manajemen, pemasaran, produksi – operasi, keuangan, penelitian dan pengembangan dan sistem informasi manajemen.Penilaian intuitif sangat berpengaruh dalam meneliti berbagai faktor eksternal dan internal ini, sehingga diharapkan pengetahuan yang mendalam mengenai faktor-faktor tersebut (Manalu 2009).
Matriks IE (Internal-Eksternal)
Matriks IE merupakan matriks portofolio yang digunakan untuk menentukan posisi unit bisnis strategi dalam suatu perusahaan (David, 2009).Dalam analisis dengan menggunakan matriks IE ini maka perusahaan harus memperhatikan dua hal yang utama yaitu pengaruh keseluruhan dari faktor eksternal dan faktor internal perusahaan (Manalu 2009).
Menurut David (2009) matrik IE memposisikan berbagai divisi suatu organisasi dalam tampilan sembilan sel. Pada matriks IE terdapat tiga bagian besar yang mempunyai implikasi strategi berbeda. Pertama ketentuan untuk divisi-divisi yang masuk dalam sel I, II IV dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun (grow and build). Strategi yang intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) atau intergratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal) bisa menjadi yang paling tepat bagi divisi ini. Kedua, divisi-divisi masuk dalam sel III, V atau VII dapat ditangani dengan baik melalui strategi menjaga dan mempertahankan (hold and maintain); penetrasi pasar dan pengembangan produk adalah dua strategi yang paling banyak digunakan dalam divisi ini. Ketiga, ketentuan umum untuk divisi yang masuk dalam sel VI, VIII, IX adalah panen atau divestasi (harvest or divest).
Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opputunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan Ancaman Threats).Walaupun cenderung sederhana dan bersifat langsung dalampenggunaannya, namun dapat menyajikan suatu analisis yang komprehensif dan akurat tentang usaha yang dilaksanakan (Sulastiyono, 1999).Analisis ini menyediakan kerangka yang baik dalam menggambarkan strategi, posisi dan arah perusahaan.
Kekuatan merupakan keunggulan yang dimiliki perusahaan yang dapat membuka peluang yang lebih luas bagi perusahaan untuk upaya pengembangan. Kelemahan merupakan setiap kekurangan yang terdapat dalam sumberdaya maupun keahlian yang dimiliki perusahaan.Peluang atau kesempatan merupakan peristiwa-peristiwa di lingkungan luar yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.Ancaman merupakan bahaya atau masalah yang dapat menghancurkan kedudukan perusahaan. Sesuatu yang menjadi peluang bagi sebuah perusahaan dapat menjadi ancaman bagi perusahaan lain, begitu juga sebaliknya.
Fungsi SWOT
Menurut Ferrel dan Harline (2005), fungsi dari Analisis SWOT adalah untuk mendapatkan informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok persoalan internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan ancaman). Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut berindikasi sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya atau memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan. Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan analisis dalam usaha penetapan strategi. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka sistematis dalam diskusi untuk membahas kondisi altenatif dasar yang mungkin menjadi pertimbangan perusahaan.
Matriks SWOT
Menurut Rangkuti (2006), Matriks SWOT dapatmenggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dankelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan altenatif strategis.
Dari keterangan dari matriks SWOT tersebut yang berdasakan faktor internal dan eksternal, perusahaan akan lebih mudah dalam menentukan strategi yang akan digunakan untuk memenangkan persaingan adalah sebagai berikut:
Strategi SO (Strength and Oppurtunity). Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya.
Strategi ST (Strength and Threats). Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
Strategi WO (Weakness and Oppurtunity). Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
Strategi WT (Weakness and Threats). Strategi ini berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Matriks QSP (Quantitative Strategic Planning)
QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) merupakan alat yang memungkinkan ahli strategi untuk mengevaluasi strategi alternatif secara objektif pada faktor-faktor kritis untuk sukses eksternal dan internal yang sebelumnya, serta memerlukan penilaian intuitif yang baik.Kegunaan adalah menetapkan daya tarik relatif dari tindakan alternatif yang layak memutuskan strategi mana yang terbaik. Menurut David (2009) QSPM memiliki beberapa kelebihan dan dalam beberapa hal yaitu:
Dapat diperiksa secara berurutan atau bersamaan.
Ada batas jumlah strategi yang dapat diperiksa atau dievaluasi.
Membutuhkan ketelitian dalam memadukan faktor eksternal dan internal yang dalam proses keputusan.
Matriks QSPM adalah alat yang digunakan untuk mengevaluasi berbagai strategi alternatif berdasarkan faktor-faktor keberhasilan penting eksternal dan internal dari perusahaan yang telah diidentifikas sebelumnya. Matriks QSPM bertujuan untuk menetapkan tindakan alternatif yang dijalankan dari strategi-strategi yang bervariasi yang telah dipilih untuk menentukan strategi mana yang dianggap paling baik untuk diimplementasikan oleh perusahaan. Sifat positif dari QSPM adalah satu strategi dapat diperiksa secara berurutan atau bersamaan, tidak ada batasan jumlah strategi yang dapat dievaluasi atau diperiksa sekaligus serta mengharuskan ahli strategi untuk memadukan faktor-faktor eksternal dan internal yang terkait ke dalam proses keputusan. QSPM merupakan masukan dari hasil analisis pencocokan tahap-tahap yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian diambil keputusan secara objektif strategi alternatif yang dapat dijalankan oleh perusahaan. Diharapkan alternatif strategi yang dihasilkan oleh QSPM dapat menjadi dasar bagi perusahaan.
BAB III
METODE PENGUMPULAN DATA
Tempat dan Waktu
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tentang Strategi Pemasaran Mangga(Mangifera indica L) Gedong Gincu Di CV. Sumber Buah Sae Cirebon Jawa Barat, akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2015. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara praktek lapang yang bertempat di kantor CV. Sumber Buah Sae Cirebon Jawa Barat, untuk mengumpulkan data primer maupun data sekunder.
Metode Pengumpulan Data
Sumber data yang diperlukan dalam praktek lapang ini yaitu data primer dan data sekunder.Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara:
Data Primer
Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara).
Data primer ini ada dua yaitu :
Data umum perusahaan
Data umum perusahaan ini berupa data mengenai sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, kedudukan, tugas dan fungsi serta fasilitas yang dimiliki perusahaan.
Data khusus perusahaan. Data khusus perusahaan ini berupa data penjualan, data yang berkaitan dengan penentuan harga dan data laporan pendapatan dan biaya.
Studi lapangan adalah pengumpulan data dengan mengadakan praktek langsung ke sasaran praktek yaitu ke perusahaan. praktek dilakukan dengan wawancara dan observasi. Dalam hal ini studi lapangan dilakukan secara langsung di CV. Sumber Buah Sae Cirebon. Pemilihan lokasi ini didasarkan karena keterjangkauan lokasi oleh penulis. Studi lapangan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data mengenai strategi pemasaran Mangga Gedong Gincu
Data Sekunder
Dalam pengumpulan data sekunder ini dilakukan melalui studi pustaka dan studi lapangan.
Studi pustaka adalah pengumpulan data dengan menggunakan literatur – literatur dan buku – buku kuliah maupun artikel baik dari majalah, jurnal, maupun surat kabar. Dari penulisan ini penulis memperolehnya melalui media elektronik (internet) maupun media cetak.
Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mencatat langsung dokumen – dokumen instansi yang tersedia.
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam Praktek Kerja lapang (PKL) ini adalah mengumpulkan data dan informasi mengenai kondisi tempat Praktek Kerja Lapang (PKL) untuk kemudahan dalam proses analisis lebih lanjut.
Menentukan strategi yang tepat bagi Perusahaan.Analisis pengolahan data yang akan digunakan adalah analisis finansial pada Perusahaan CV. Sumber Buah SAE. Analisis SWOT (Strength,Weakness, Opportunity, Threat) baik secara internal maupun eksternal serta mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan untuk mengetahui posisi perusahaan saat ini.Analisis ini diperoleh dari IFE yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal Perusahaan Sumber Buah SAE, EFE yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor eksternal dari Perusahaan CV. Sumber Buah SAE matriks IE yang digunakan untuk mengetahui posisi strategis perusahaan.untuk proses pemilihan keputusan strategis yang paling tepat akan metode QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Seluruh alat analisis tersebut tepat diterapkan karena sesuai dengan tujuan Praktek Kerja lapang (PKL) ingin mengetahui faktor internal dan eksternal dari Perusahaan CV. Sumber Buah SAE, serta merumuskan strategi yang tepat bagi Perusahaan Sumber Buah SAE.
Analisa Biaya dan Pendapatan
Analisis finansial menurut Agus Setyono 2014
Untuk penentuan harga jual produk
Untuk menghitung keuntungan atau kerugian perusahaan
Data yang diperlukan untuk analisis finansial:
Jenis pengeluaran dan spesifikasinya
Jenis pengeluaran meliputi:
Bahan baku
Jumlah tenaga kerja
Harga produk
Hari kerja
Spesifikasi pengeluaran meliputi:
Spesifikasi untuk kapasitas produksi satuan berat persatuan waktu, begitu juga kebutuhan bahan baku
Spesifikasi upah kerja adalah Rupiah/bulan/orang
Modal usaha
Modal usaha dalam perusahaan terdiri atas:
Modal tetap merupakan modal yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan.
Modal kerja merupakan modal yang jumlahnya berubah tergantung unit produk yang dihasilkan.
Modal tetap
Modal tetap atau modal investasi merupakan modal yang besarnya tetap untuk setiap proses produksi
Artinya besarnya modal tidak tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan
Modal tetap suatu perusahaan digunakan untuk investasi bangunan dan peralatan meliputi jenis dan jumlahnya.
Jenis barang
Bangunan
Peralatan
Modal kerja
Modal kerja merupakan modal yang diperlukan untuk memulai satu siklus produksi
Perhitungan modal suatu perusahaan dilakukan untuk sebulan kerja atau untuk memproduksi sejumlah tertentu suatu produk.
Biaya untuk kebutuhan perbulan
Bahan baku
Bahan penunjang
Biaya tenaga kerja
Biaya produksi
Biaya produksi pada dasarnya dibedakan atas (1) biaya produksi yang besarnya tetap selama produksi (biaya tetap) dan (2) biaya yang besarnya tergantung produk yang dihasilkan (biaya tetap).
Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya produksi yang jumlahnya selama satu periode kerja tetap.Biaya ini, tidak tergantung dari jumlah produk yang dihasilkan dan jumlah kerja suatu alat atau mesin.
Biaya tetap meliputi:
Biaya penyusutan bangunan dan alat
Transportasi
Bunga modal kerja (12%/tahun)
Gaji tenaga kerja
Biaya tidak tetap
Biaya tidak tetap adalah biaya produksi yang dikeluarkan pada saat alat dan mesin beroperasi. Besarnya biaya ini tergantung pada jumlah jam kerja dan jumlah produk yang dihasilkan.
Perhitungan biaya tidak tetap dilakukan terhadap biaya bahan baku, bahan penunjang dan upah kerja.
Biaya produksi total
Biaya total merupakan biaya keseluruhan yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk. Artinya merupakan jumlah dari biaya tetap dan biaya tidak tetap.
Perhitungan keuntungan
Keuntungan merupakan selisih antara pendapatan dengan pengeluaran.
Pengeluaran adalah total biaya produksi, sedang pendapatan diperoleh dari penjualan hasil.
Perhitungan Break Event Point(BEP)
Break Event Point(BEP) adalah suatu titik keseimbangan antara jumlah hasil penjualan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan atau perusahaan tersebut tidak mengalami laba atau rugi.
Rumus untuk mencari titik impas sebagai berikut:
BEP = Biaya tetap
1 - Biaya tidak tetap
Pendapatan
Persen titik impas = Nilai BEP X 100%
Pendapatan
Kapasitas titik impas
Kapasitas titik impas adalah jumlah produksi yang harus dilakukan untuk mencapai titik impas di atas.
Rumus kapasitas titk impas:
Kapasitas titk impas = Biaya tetap X 100% X kapasitas produksi/bulan
1 - Biaya tidak tetap
Pendapatan
Nilai tambah tiap kilogram bahan
Nilai tambah yang didapatkan dengan mengolah bahan baku menjadi suatu produk, dapat dihitung menggunakan sebagai berikut:
Keuntungan/bulan (Rp)
Kapasitas produksi/bulan (Kg)
= Rp………./kg bahan baku
Pengembalian modal atau POT
Pengembalian modal didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kembali modal investasi melalui keuntungan yang diperoleh, dengan rumus sebagai berikut:
Total investasi = ………. bulan
Keuntungan bersih/bulan
Nilai BC Ratio
Benefit Cost Ratio adalah nilai perbandingan antara pendapatan dan biaya. Jika B/C > 1 maka perusahaan memenuhi salah satu kriteria untuk dikatakan layak.
B/C Ratio = Pendapatan
Biaya Produksi
Tiga Tahap Strategi
Kerangka tiga tahap strategi terdiri dari tahap masukan (input), pencocokan dan tahap keputusan. Analisis tiga tahap strategi yang dalam praktek kerja lapang ini meliputi analisis lingkungan eksternal dan internal (IFE danEFE), analisis matriks IE, analisis SWOT dan analisis QSPM.
Masukan (Input)
Tahap input meliputi proses analisis faktor-faktor internal dan eksternal mempengaruhi perusahaan. Analisis eksternal dilakukan untuk peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan.
Lingkungan Internal
Analisis lingkungan internal bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Analisis internal dilakukan pada setiap perusahaan untuk lebih memudahkan proses kerja analisis. Melalui analisislingkungan internal dapat diperoleh faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari setiap fungsi perusahaan yang akan diuraikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Analisis lingkungan internal
Kekuatan Kelemahan
Sumber: David, 2009
Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi Peluang dan Ancaman yang dimiliki perusahaan. Analisis eksternal dilakukan pada setiap perusahaan untuk lebih memudahkan proses kerja analisis. Melalui analisis lingkungan eksternal dapat diperoleh faktor-faktor yang menjadi Peluang dan Ancaman dari setiap fungsi perusahaan yang akan diuraikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Analisis lingkungan eksternal
Peluang Ancaman
Sumber: David, 2009
Secara ringkas analisis ini disajikan dalam Matriks External FactorEvaluation (EFE).Analisis internal dilakukan untuk mengetahui kekuatan dankelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis ini akan disajikan dalam matriks InternalFactor Evaluation (IFE).
Adapun tahap-tahap dalam penyusunan matriks EFE dan IFE adalah :
Menyusun faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan (IFE), peluang dan ancaman (EFE) pada kolom 1.
Memberikan bobot dari faktor kunci keberhasilan. Penentuan bobot dilakukan dengan mengajukan identifikasi faktor strategis internal dan eksternal kepada pihak manajemen perusahaan dengan menggunakan metode Paired Comparasion (perbandingan berpasangan). Metode ini digunakan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap variabel penentu internal dan eksternal dengan membandingkan setiap variabel pada baris (horizontal) dengan variabel pada kolom (vertikal). Penentuan bobot variabel menggunakan skala 1 sampai 3. Skala yang digunakan untuk pengisian kolom adalah:
jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertical
jika indikator horizontal sama penting dengan indikator vertikal
jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal
Bentuk tabel penilaian pembobotan dapat dilihat pada tabel 4
Tabel 4. Penilaiam bobot faktor strategi eksternal dan internal
Strategis Internal/Eksternal A B C D … Total Bobot Bobot
A
B
C
D
……….
Kinnear (1991)
Bobot untuk setiap variabel atau faktor strategis diperoleh dengan menentutukan total nilai setiap faktor strategis terhadap jumlah nilai keseluruhan faktor strategis. Adapun rumus yang digunakan dalam penentuan bobot setiap variabel atau faktor strategis adalah sebagai berikut:
ai= Xi
∑_(i=0)^n▒Xi
Dimana: ai = Bobot variabel ke – i
n = Jumlah variable
i = 1,2,3, .............,n
Xi = Nilai variabel ke - i
Bobot yang diperoleh berkisar mulai dari 0,0 (tidak penting) hingga 1,0 penting) untuk masing-masing faktor. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1,0. Bobot yang diberikan mencerminkan tingkat kepentingan relatif dari suatu faktor strategis terhadap keberhasilan perusahaan. Faktor strategis kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman akan mendapat bobot paling tinggi apabila memiliki pengaruh besar dalam perusahaan.
Menentukan peringkat untuk setiap faktor kunci keberhasilan antara 1 sampai 4 dengan ketentuan untuk matriks IFE skala peringkat yang digunakan adalah:
1 : Kelemahan utama/mayor
2 : Kelemahan kecil/minor
3 : Kekuatan kecil/minor
4 : Kekuatan utama/mayor
Sedangkan untuk matriks EFE skala peringkat yang digunakan adalah:
1 : Tidak berpengaruh
2 : Kurang kuat pengaruhnya
3 : Kuat pengaruhnya
4 : Sangat kuat pengaruhnya
Mengalikan nilai bobot dengan nilai rating untuk mendapatkan skor pembobotan kemudian semua hasil kali tersebut dijumlahkan secara vertikal untuk mendapatkan skor total. Hasil pembobotan dan peringkat berdasarkan analisis situasi perusahaan dimasukkan dalam matriks. Pada matriks IFE berapapun banyaknya faktor yang dimasukkan kedalam matriks IFE, total skor pembobotan pada matriks IFE berkisar antara 1,0 sampai 4, 0 dengan rata-rata 2,5. Total skor IFE (3,0-4,0) mengindikasikan kondisi internal perusahaan kuat, (2,0-2,99) mengindikasikan kondisi internal perusahaan rata-rata, (1,0-1,99) mengindikasikan kondisi internal perusahaan lemah. Sedangkan pada matriks EFE total pembobotan serupa dengan matriks IFE, total skor pembobotan pada matriks EFE berkisan antara 1,0 sampai 4, 0 dengan rata- rata 2,5. Total skor EFE (3,0-4,0) mengindikasikan perusahaan merespon kuat terhadap peluang dan ancaman yang mempengaruhi perusahaan, (2,0-2,99) mengindikasikan perusahaan merespon sedang terhadap peluang dan ancaman yang mempengaruhi perusahaan, (1,0-1,99) mengindikasikan perusahaan tidak merespon terhadap peluang dan ancaman yang mempengaruhi perusahaan. Berikut matriks IFEdan EFE di jelaskan pada Tabel 5.
Tabel 5. Matriks IFE
Faktor – faktor Internal Bobot Rating Skor (Bobot x Rating)
Kekuatan
-
-
Kelemahan
-
-
Total
Sumber: David (2009)
Matriks EFE
Faktor – faktor Eksternal Bobot Rating Skor (Bobot x Rating)
Kekuatan
-
-
Kelemahan
-
-
Total
David (2009)
Pencocokan
Tahap pencocokan merupakan tahap untuk mencocokkan peluang dan ancaman eksternal dengan kekuatan dan kelemahan internal berdasarkan informasi yang didapatkan pada tahap input. Alat analisis yang digunakan dalam ini untuk tahap pencocokan adalah Matriks Internal External (IE) danStrength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT).
Internal-Eksternal (IE)
Matriks IE berguna untuk memetakan posisi perusahaan pada saat ini. Matriks IE didasari pada dua dimensi yaitu total nilai tertimbang IFE dan total nilai tertimbang EFE. Total nilai tertimbang IFE ditempatkan pada sumbu x dan total nilai tertimbang EFE pada sumbu y. Pada sumbu x matriks IE total skor (1,0- 1,99) dianggap rendah, nilai dari (2,0-2,99) dianggap rata-rata atau sedang dan nilai (3,0 -4,0) dianggap tinggi. kejelasannya dapat dilihat pada Gambar 2.
Skor Total IFE
Skor Total EFE Kuat 3,0-4,0 Rata-rata 2,0- 2,9 Lemah 1,0- 1,99
Tinggi 3,0-4,0 I II III
Sedang 2,0- 2,99 IV V VI
Rendah 1,0-1,99 VII VIII IX
Gambar Model matrik IE
Sumber: David, 2009
Matriks IE memiliki tiga daerah utama yang mempunyai dampak strategi berbeda, yaitu :
Divisi pada sel I, II, IV dapat melaksanakan strategi growth and build (kembangkan dan bangun). Strategi yang umum diterapkan adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan produk) atau strategiintegratif (integrasi ke belakang, ke depan, horizontal).
Divisi pada sel III, V, VII dapat melaksanakan strategi hold and maintain (jaga dan pertahankan). Strategi yang umum diterapkan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk.
Divisi pada sel VI, VIII, IX dapat melaksanakan strategi harvest or divest (mengambil hasil atau melepaskan). Strategi yang umum diterapkan adalah strategi divestasi, diversifikasi konglomerat dan likuidasi.
Analisis Matriks Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT)
Matriks SWOT berguna untuk mencocokkan faktor internal dan eksternal perusahaan yang membantu pengembangan empat tipe alternatif strategi, yaitu strategi S-O (Strength-Opportunity), strategi W-O (Weakness -Opportunity), strategi S-T (Strength-Threat) dan strategi W-T (Weakness-Threat).
Adapun langkah-langkah untuk penyusunan matriks SWOT adalah :
Menentukan faktor-faktor peluang perusahaan
Menentukan faktor-faktor ancaman perusahaan
Menentukan faktor-faktor kekuatan perusahaan
Menentukan faktor-faktor kelemahan perusahaan
Menyesuaikan kekuatan internal dengan peluang eksternal (strategi SO)
Menyesuaikan kelemahan internal dengan peluang eksternal (strategi WO)
Menyesuaikan kekuatan internal dengan ancaman eksternal (strategi ST)
Menyesuaikan kelemahan internal dengan ancaman eksternal (strategi WT)
Analisis Matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi dapat dipilih perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Matriks SWOT dapat dilihat pada Gambar Dari matriks SWOT dihasilkan empat kemungkinan alternatif strategi antara lain:
Strategi SO (Strenghts-Opportunities)
Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang dengan sebesar-besarnya.
Strategi ST (Strenghts-Threaths)
Strategi dengan menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman yang akan merugikan perusahaan.
Strategi WO (Weaknesses-Opportunities)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki perusahaan.
Strategi WT (Weaknesses-Threaths)
Strategi yang didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif danberusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Gambar 3. Matrik SWOT
Internal
Eksternal Kekuatan-S
Daftar Kekuatan Kelemahan-W
Daftar Kelemahan
Peluang-O
Daftar Peluang Srategi SO
Gunakan kekuatan untukmemanfaatkan peluang Strategi WO
Atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang
Ancaman-T
Daftar Ancaman Strategi ST
Gunakan kekuatan untuk menghindari ancaman Strategi WT
Meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman
Gambar Matrik SWOT (David, 2009)
Keputusan
Tahap keputusan merupakan tahapan akhir dalam strategi, yaitu menetapkan strategi mana yang paling baik atau yang menjadi prioritas perusahaanuntuk terlebihdahuludilaksanakan.Alat analisis padatahap keputusan yang digunakan adalah QuantitativeStrategic PlanningMatrix (QSPM). Analisis QSPM memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi strategi secara objektif, berdasarkan faktor keberhasilan internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya (David 2009). Langkah-langkah penyusunan strategi terpilih melalui analisis QSPM adalah sebagai berikut :
Membuat daftar peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal perusahaan. Informasi faktor-faktor eksternal dan internal diperoleh dari matriks IFE dan EFE.
Memberikan bobot untuk tiap faktor internal dan eksternal yang sama dengan bobot tiap faktor pada IFE dan EFE.
Mengevaluasi dan identifikasi strategi alternatif yang layak diimplementasikan dari hasil analisis SWOT.
Menentukan nilai daya tarik relatif ( Attractiveness Score – AS) untuk tiap alternatif strategi terpilih. Jangkauan nilai daya tarik adalah:1 = tidak menarik 2 = agak menarik 3 = menarik 4 = sangat menarik.
Menghitung total nilai daya tarik (Total Attractive Score – TAS) melalui perkalian bobot tiap faktor dengan AS tiap baris.
Menghitung jumlah total TAS pada masing-masing kolom strategi alternatif strategi terpilih. Strategi dengan nilai TAS yang tertinggi adalah strategi yang paling layak untuk diimplementasikan.
Tabel 6. Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (QSPM)
Faktor Utama Bobot Strategi Alternatif
Strategi 1 Strategi 2
AS TAS AS TAS
Faktor Internal
-
-
Faktor Eksternal
-
-
Jumlah Total Nilai Daya Tarik 1,0
Sumber: David, 2009
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sejarah perusahaan
CV. Sumber Buah adalah perusahaan lokal di kabupaten Cirebon yang bergerak di bidang perdagangan buah – buahan untuk pasar lokal dan luar negeri seperti buah mangga, salak dan jambu biji merah serta buah dukuh, rambutan, jeruk, nanas, dan kesemek. Dimulai dengan kegiatan pemasaran domestic tradisional dan domestik modern termasuk didalamnya untuk perdagangan antar pulau CV. Sumber Buah memulai bisnis perdagangan buah – buahan tersebut sejak tahun 1973 dan memulai memasok komoditi ekspor seperti manggis dukuh dan mangga kepada perusahaan lainsebagai supplier of exporter sejak tahun 1987 – 2007, dan mulai tahun 2008 CV. Sumber Buah telah melakukan ekspor sendiri langsung ke Negara tujuan tanpa harus melalui eksportir lain atau tidak lagi menjadi supplier eksportir tapisudah menjadipelaku ekspor itu sendiri/Direct exporter.
Visi Misi
Visi dan misi merupakan indikator penting dalam suatu usaha untuk menentukan arah tujuan suatu usaha. Secara umum CV. Sumber Buahbelum memiliki visi dan misi yang terpampang pada perusahaan. Namun berdasarkan wawancara dengan pihak manajemen CV. Sumber Buah bahwa visi dan misinya adalah“memperkenalkan produk buah – buahan dari Indonesia ke Mancanegara”. Visinya adalah dengan memperkenalkan produk buah lokal, maka secara langsung petani mempunyai pasar yang tetap dan menguntungkan, sehingga diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani buah – buahan Indonesia.
Lokasi Perusahaan
CV. Sumber Buah berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa No.4 Cirebon. perusahaan ini berada di lokasi yang strategis karena berada di kawasan Sentral buah Mangga dan Rambutan sehingga kondisi tersebut membawa pengaruh positif terhadap lingkungan usaha. Warna khas bangunan di dominasi warna hijau, dengan ruangan terbuka. perusahaan ini juga memiliki banyak sarana pendukung sepertimushola, wifi, toilet, meja kursi, serta ruang pengemasan yang cukup untuk menampung buah - buahan dalam jumlah yang banyak. Produk yang di tawarkan adalah buah – buahan tropis lokal seperti salah satunya mangga gedong gincu dan rambutan.
Data perusahaan
Nama Perusahaan : CV. SUMBER BUAH
Bidang Usaha : Perdagangan buah – buahan pasar tradisional antar pulau.
Perdagangan buah – buahan pasar domestik modern
Perdagangan buah – buahan pasar luar negeri
Jenis Produk/jasa : Buah Mangga
Buah Salak
Buah Jambuh Biji Merah
Buah Dukuh
Alamat Perusahaan : Jl. Sultan Ageng Tirtayasa 4 Siledu Kedung Dawa Kedawung Cirebon 45153 Jawa Barat – Indonesia
Nomor Telepon : 62 231 486024
Nomor Fax : 62 231 489918
Alamat E – mail : sae@saefruits.com
YM: sae_sumberbuah@yahoo.co.id
Situs Web : www.saefruits.com
Bentuk Badan Hukum : Perseroan Komanditer
Nomor Akte Pendirian : 11
NPWP : 02.691.2279-426.000
Struktur organisasi dan wewenang
Agar usaha ini dapat berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan, maka perlu organisasi dan manajemensebagai prototipe dari sebuah perusahaan. Struktur organisasi merupakan suatu susunan dan hubungan antar tiap bagian serta posisi yang ada pada satu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional guna mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi merupakan spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan di dalam suatu organisasi, sehingga tanpa adanya suatu struktur organisasi yang baik, perusahaan tersebut tidak akan berjalan dengan lancar. Pada Gambar 4 berikut adalah struktur organisani CV. Sumber Buah
Direktur Utama
Bertanggung jawab atas segala hal yang ada di perusahaan baik internal maupun eksternal.
Bertanggung jawab atas perkembangan pasar domestik dan ekspor
Bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan
Sekretaris
Mencatat segala hal yang berkaitan dengan perusahaan
Menyimpan data – data perusahaan
Mempersiapkan bahan – bahan yang akan digunakan oleh direktur utama atau direktur
Konsultan pendamping
Sebagai konsultan pengembangan budidaya
Konsultan packaging
Konsultan gudang
Kabag operasional
Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan lapangan
Bertanggung jawab kepada dirut atau direktur atas segala hal yang terjadi dilapangan
Kabag keuangan
Mencatat keluar masuknya sirkulasi keuangan perusahaan
Melaporkan keadaan keuangan harian, mingguan, bulan, per 3 bulanan, tahunan kepada dirut.
Kabag pengadaan bahan baku
Bertanggung jawab atas ketersediaan bahan baku
Bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas barang dari petani
Selalu melaporkan keadaan kepada dirut dan direktur
Kabag distribusi
Bertanggung jawab atas pendistribusian barang sampai tujuan
Menentukan kendaraan operasional yang akan diberangkatkan
Penanganan Pasca panen mangga gedong gincu dan Rambutan di CV. SumberBuah SAE
CV. sumber Buah SAE telah melakukan kegiatan pemanenan dan pergudangan secara sistematis. Penanganan buah dilakukan untuk tujuan meningkatkan daya saing, transportasi dan kemudian pemasaran. Langkah yang harus dilakukan dalam penanganan buah setelah dipanen meliputi pemilihan (sorting), pemisahan berdasarkan umuran (sizing), pemilihan berdasarkan mutu (grading), dan pengepakan (packing) serta pelabelan pada buah mangga gedong gincu dan Rambutan. Penanganan pascapanen buah gedong gincu dan Rambutan adalah sebagai berikut:
Penanganan Pasca panen Rambutan di CV. SumberBuah SAE
Pemetikan atau pemanenan buah adalah pemisahan buah dari tanaman induknya. Pada perusahaan CV. Sumber Buah SAE pemanenan buah Rambutan dimulai jam 06:00 – 11:00 dan jam 14:00 – 17:00. Pemanenan dilakukan dengan cara memeticbuah yang sudahmatangkuranglebih 80% dari tangkainya secara manual, sedangkan untuk buah yang tinggi pemanenan dilakukan dengan cara memetic malai atau tangkai buah terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan agar leluasa dalam memetic buahnya dan sekaligus sortir I buah Rambutan. Pemilihan (Sortir) merupakan kegiatan dilakukan secara manual untuk memisahkan buah yang baik dan sehat dengan buah yang rusak atau cacat oleh berbagai sebab. Buah yang rusak atau cacat pada buah Rambutan dapat dilihat pada gambar 5 dibawah ini.
Pengumpulan hasil panen
Pengumpulan merupakan kegiatan menempatkan buah hasil pemetikan pada suatu tempat atau wadah untuk memudahkan pengangkutannya ke gudang penanganan. Pengumpulanbuah Rambutan hasil panen dilakukan disekitar lokasi kebun. Pengumpulan buah dengan menggunakan keranjang dengan berat isi 35 Kg dan diupayakan di tempat teduh yang tidak langsung terkena sinar matahari atau menutup timbunan buah dengan terpal plastik atau dedaunan. Pemetikan dan pengumpulan buah Rambutan dapat dilihat pada gambar 6 dibawah ini.
Pengangkutan atau transportasi merupakan kegiatan memindahkan buah segar hasil panen dari kebun ke tempat pengumpulan dan gudang penanganan. Pengangkutan buah rambutan pada perusahaan CV.sumberUah SAE ke Gudang packing dilakukan dengan dengan menggunakan sepeda motor.
Sortir II
Penyortiran II adalah untuk memisahkan buah yang rusak atau cacat serta pembersihan buah Rambutan. Tujuan penyortiran buah Rambutan yang bagus agar harga jualnya tinggi, dipilih berdasarkan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan sama mutunya. Selanjutnya pembersihan buah, pembersihan dilakukan terhadap buah dari kebun untuk menghilangkan kotoran yang terikut atau menempel pada permukaan buah baik berupa tanah ataupun bagian tanaman yang tidak diperlukan. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan sikat gigi agar tidak terjadi kerusakan pada permukaan atau kulit buah.Buah yang rusakataucacatdanbuah Rambutan yang bagusdapat dilihat pada gambar 7 dibawah ini.
Penimbangan, Pengemasan dan Pelabelan
Pengemasan merupakan kegiatan untuk menempatkan buah pada suatu wadah dengan tujuan melindungi buah dari kerusakan dan meningkatkan daya saing buah. Pengemasan dilakukan pertama adalah dengan menggunakan wadah atau tray styrofoam. Kemudian tray tersebut diisi dengan buah Rambutan tersebut. Selanjutnya buah Rambutanakan ditimbang Penimbangan buah Rambutan yang dilakukan dengan menggunakan timbangan Timbangan Duduk ( BenchScale ). Dengan berat masing – masing per tray yaitu 500g. Dengan jumlah buah Rambutan per tray adalah sebanyak 14 – 16 buah Rambutan. Kemudian setelah selesai ditimbang buah Rambutan akan dikemas dengan menggunakan kemasan plastik wrapping setelah itu buah akan diberi label tiap tray atau sesuai dengan permintaan pasar.Selanjutnya buah Rambutan akan dikemas lebih lanjut dengan menggunakan kemasan karton box. Tiap karton box kemasan berisi dua tray Rambutan atau 1kg per kemasan karton box buah Rambutan. Selanjutnya setelah dikemas dengan menggunakan katon box, buah Rambutan disusun diatas pallet. Selanjutnya buah Rambutan akan didistribusikan (ekspor). Penimbangan, Pengemasan dan Pelabelan buah Rambutan dapat dilihat pada gambar 8 dibawah ini.
Penanganan Pasca panen mangga gedong gincu di CV. SumberBuah SAE
Mangga Gedong yang dipanen oleh petani yaitu hanya dalam kondisi mangga Gedong. Pemanenan dilakukan di pagi hari sampai sore hari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sortasi, grading dan labeling. Penyortiran dilakukan dengan memisahkan mangga menjadi dua kategori yaitu grade A dan grade B. Selanjutnya pemberian kemasan pada mangga Gedong Gincu CV. sumber Buah SAE. Penanganan pasca panen mangga gedong gincu dapat dilihat pada gambar 7 dibawah ini.
Analisis Lingkungan Internal
Analisis lingkungan internal bertujuan untuk meningidentifikasi kondisi internal yang berupa kekuatan dan kelemahan yang mempengaruhi jalannya suatu usaha. Hasil identifikasi kondisi internal ini dievaluasi untuk menciptakan strategi yang dapat menggunakan kekuatan untuk mengatasi kelemahan perusahaan. Pada Praktek Kerja Lapang ini kondisi internal CV. Sumber Buah SAE yang dibahas meliputi aspek manajemen sumberdaya manusia, keuangan, produksi dan operasi, dan pemasaran.
Manajemen
Manajemen merupakan sistem pengaturan organisasi yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam sistem kegiatan operasional perusahaan. Sistem manajemen yang diterapkan oleh CV. Sumber Buah SAE masih sangat sederhana. Karyawan di CV. Sumber Buah SAE saat ini ada 10 orang karyawan tetap dan 10 – 50 orang karyawan tidak tetap dalam pembagian kerja karena jam operasionalsepanjang hari yaitu buka pada pukul 09.00 - 16.00 WIB bagi karyawan tetap. Sedangka untuk karyawan tidak tetap bekerja berdasarkan kegiatan produksi dan target permintaan serta jangka waktu pengiriman produk. Karyawan memiliki latar pendidikan yang beragam. Khusus untuk karyawan bagian produksi berasal dari daerah sekitar. Hal ini dilakukan karena karyawan memiliki pengetahuan dasar tentang buah – buahan khususnya mangga Gedong Gincu dan Rambutan.Keterlibatan pemilik perusahaan cukup besar mengenai keputusan-keputusan yang akan diambil dan menyangkut dana yang besar. Hal ini terlihat saat perusahan ingin melakukan kegiatan pemasaran. Manajer diberikan kewenangan utuh untuk mengatur jalannya perusahaan mulai dari penyediaan bahan baku hingga melakukan strategi yang dapat meningkatkan penjualan perusahaan. Pemilik memberikan target-target apa yang ingin dicapai dan tidak banyak turut campur dalam kegiatan operasional.
Pemasaran
Pemasaran merupakan indikator yang penting untuk mempengaruhi keberhasilan suatu usaha dalam mencapai keuntungan. Pasar yang dituju oleh CV. Sumber Buah SAE adalah pasar domestik dan pasar ekspor. Segmentasi CV. Sumber Buah SAE adalah kalangan menengah ke atas.
Bauran Produk
Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen yang dapat berupa barang maupun jasa dan diharapkan dapat memenuhi dan memuaskan keinginan konsumen. Strategi produk merupakan strategi yang paling penting untuk dikembangkan, karena produk inilah yang dinikmati atau dimanfaatkan secara langsung oleh konsumen. Strategi produk yang dilakukan oleh CV. Sumber Buah SAEyang pasarkan berdasarkan berdasarkan permintaan pasar.Produkyang ditawarkan adalah Mangga (Gedong Gincu, Harumanis, Indramayu dan Gaja), Rambutan, Manggis, Sirsak, Salak, dan Jambu Biji Merah untuk pasar ekspor. Selain itu perusahaan juga memasarkan produk lainnya sperti Ubi Jalar, Dukuh, Melon, Jahe, Jeruk, Kacang Buncis, dan Pepaya. Namun produk yang menjadi andalan perusahaan adalah mangga Gedong Gincu dan Rambutan karena perusahaan berada pda sentra produksi mangga Gedong Gincu dan Rambutan. Mangga Gedong Gincu pada CV. Sumber Buah SAE dibagi menjadi dua kategori yaitu grade A dan grade B. Grade A mangga gedong gincu dengan berat perbuah maksimal 270 gram dan grade B maksimal berat perbuah 250 gram masing – masing dikemas dalam kemasan 1 Kg dengan jumlah 3 – 4 buah perkilogram. Sedangkan rambutan hanya memerlukan kriteria bersih dan segar yang dikemas dengan kemasan 1 Kg dengan jumlah 28 – 32 buah perkilogram. Kualitas dari bahan baku sangat di jaga oleh CV. Sumber Buah SAE karena sangat berpengaruh pada hasil penjualan. Penjualan Mangga Gedong Gincu dan Rambutan dapat dilihat pada gambar 9.
Dari grafik penjualan diatas dapat diketahui bahwa penjualan Mangga Gedong Gincu dan Rambutan cenderung menurun setiap tahunnya. Penjualan mangga gedong gincu pada tahun 2012 sekitar sebanyak 400,95 ton, pada tahun 2013 sebanyak 196,25 ton dan tahun 2014 81,54 ton. Dengan selisih masing – masing antara tahun 2012 – 2013 dan tahun 2013 – 2014 yaitu sebanyak sekitar 204,71 ton dan 114,71 ton. Sedangkan untuk Rambutan juga mengalami penurunan dalam pejualan pada tahun 2012 sebanyak sekitar 76,11 ton, tahun 2013 sebanyak 41,83 ton dan pada tahun 2014 sebanyak 44,06 ton. Dengan selisih antara tahun 2012 – 2013 sebanyak 24,38 ton penurunannya. Sedangkan pada tahun 2013 – 2014 penjualan buah Rambutan mengalami peningkatan yaitu sebanyak sekitar 2,23 ton. Penurunan penjualan buah mangga gedong gincu dan rambutan mengalami penurunan karena disebabkan oleh menurunnya produksi buah khususnya pada tahun 2013 dan 2014. Menurunnya produksi buah tersebut dikarenakan faktor alam yaitu kemarau yang berkepanjangan disertai angin yang kencang mengakibatkan gugurnya bunga pada mangga gedong gincu dan rambutan. Selain itu, perusahaan juga melakukan seleksi pedagang buah baik dalam maupun luar negeri.
Bauran Harga
Dalam memasarkan produk, setiap perusahaan harus menetapkan harga secara tepat. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Harga juga bersifat fleksibel, artinya dapat berubah dengan cepat. Konsumen yang ingin dijangkau oleh CV. Sumber Buah SAE adalah kalangan menengah keatas.Penetapan harga produk disesuaikan dengan biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan. Harga di CV. Sumber Buah SAE sesuai dengan penawaran yang telah disepakati antara penjual dan pembeli. CV. Sumber Buah SAE menggunakan bahan baku yang terbaik. Harga jualmangga gedong gincu pada CV. Sumber Buah SAE adalah sebesar Rp. 35.000 – 46.200/ Kg. Sedangkan harga jual buah rambutan sebesar Rp. 49.500 – 55.000/ Kg.
Bauran Tempat
Bauran Tempat CV. Sumber Buah SAE terletak di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa 4 Siledu Kedung Dawa Kedawung Cirebon. Lokasinya strategis sertamudah dijangkau karena berada di Sentral buah Mangga dan Rambutan dandekat dengan jalan raya, serta dengan pemukiman penduduk.
Bauran Promosi
Merupakan salah satu penentu faktor keberhasilan suatu pemasaran. Promosi dilakukan untuk memberikan informasi, mempengaruhi dan membujuk serta mengingatkan konsumen atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan. CV. Sumber Buah SAE melakukan promosi melalui media sosial internet dan pameran buah sesuai dengan musim buah yang ada. Dengan kegiatan promosi diharapkan produk buah mangga gedong gincu dan rambutan tersebut mendapat tempat dibenak konsumen sehingga keberadaan produk tersebut semakin kuat dalam pasar. Pemilihan media promosi yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada konsumen adalah agar tujuan perusahaan dalam menginformasikan produk kepada konsumen dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Sehingga tujuan perusahaan untukmembentuk persepsi konsumen dapat terwujud, hingga akhirnya calon pelanggan melakukan pembelian produk dan pelanggan lama dapat dipertahankan.
Keuangan
Salah satu kunci penting dalam kelancaran usaha yaitu dari segi keuangan. Sumber keuangan CV. Sumber Buah SAE berasal dari para pemiliknya. Sampai saat ini perusahaan belum menggunakan dana pinjaman dari luar atau lembaga manapun karena keadaan modal yang di miliki CV. Sumber Buah SAE cukup kuat karena masih bisa ditangani olehpemiliknya. Pencatatan keuangan dilakukan setiap hari berupa pengeluaran dan pemasukan. Seluruh biaya diteliti baik berupa belanja bahan baku, biaya pengiriman, pembayan listrik,telepon, dan lainnya harus mencantumkan kwitansi sebagai tanda bukti transaksi. Begitu pula dengan pemasukan, pihak perusahaan mengumpulkan piutang sebagai bukti untuk dilakukannya pencatatan. Setelah dilakukan proses pencatatan harian semua data pengeluaran dan penerimaan di input secara komputerisasi dan dijadikan laporan keuangan bulanan. Dari keuntungan yang didapat perusahaanmenentukan marjin sebesar 20 - 30%. Pencatatan keuangan yang baik merupakan suatu kekuatan bagi perusahaan karena dokumentasi keuangan yang tertata dengan baik tidak akan tercampur antara milik pribadi dengan keuangan perusahaan sehingga tidak akan menimbulkan masalah.
Produksi dan Operasi
CV. Sumber Buah SAE secara keseluruhan berproduksi selama 8 jam kerja tetapi tidak semua beroperasi. Untuk karyawan tidak tetap bekerja apabila ada produk atau pesanan. CV. Sumber Buah SAE buka setiap hari kecuali ketika tidak ada pesanan produk karyawan tidak tetap akan tidak beraktivitas.
Analisis Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi diluar unit usaha sehingga memberikan faktor peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh suatu usaha. Lingkungan Eksternal adalah sebagai berikut:
Hukum dan Politik
Berdasarkan isu-isu mengenai pembatasan produk impor hortikultura yang sudah dijelaskan pada Bab Perumusan Masalah, bagi pelaku usaha mangga Gedong Gincu hal tersebut menjadi peluang dan tantangan. Akan tetapi pada tahun 2015 pelaku harus menghadapi persaingan dengan buah-buahan impor karena Indonesia akan menghadapi ASEAN Economic Community. Peningkatan daya saing mangga Gedong Gincu dan Rambutan harus dilakukan melalui perbaikan atribut pemasaran. Pada tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengadakan program peningkatan produktivitas mangga melalui kegiatan penambahan luas areal lahan, peningkatan mutu dan rehabilitasi dengan teknik penyambungan (top working) (Diperta Kabupaten Indramayu 2013). Melalui program tersebut penambahan lahan masing-masing 5 ha yang dilakukan di Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Sliyeg, Kecamatan Cikedung dan Kecamatan Sukagumiwang. Program peningkatan mutu diterapkan melalui program rehabilitasi pohon mangga. Program ini dapat dijadikan peluang bagi mitra CV. Sumber Buah SAE untuk meningkatkan mutu mangga melalui program rehabilitasi. Kerjasama dengan pemerintah sangat diperlukan sebagai kegiatan memperkuatnetworking perusahaan.
Ekonomi
Kondisi perekonomian suatu negara akan berdampak besar bagi kegiatan bisnis perusahaan dalam menjalankan usahanya. Perekonomian yang dialami Indonesia tidak selalu stabil berpengaruh terhadap CV. Sumber Buah SAE, salah satu penyebabnya adalah karena inflasi. Inflasi berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Apabila berasal dari dalam negeri, diakibatkan karena terjadi defisit anggaran. Inflasi yang berasal dari luar negeri diakibatkan karena tingginya biaya produksi barang dari luar negeri atau meningkatnya tarif impor. Inflasi menyebabkan harga dari suatu barang mengalami peningkatan dan kondisi seperti ini menyebabkan perusahaan tidak memberikan keuntungan. Inflasi yang cukup tinggi mempengaruhi harga jual dari bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dan tingginya biaya transportasi seperti transportasi udara (Pesawat) yang dapat mempengaruhi keuangan perusahaan. Tingkat inflasi yang rendah merupakan keuntungan bagi perusahaan karena anggaran untuk membeli bahan baku mangga gedong gincu dan rambutan dapat diefisienkan.
Sosial dan Budaya
Budaya (culture) adalah penyebab keinginan dan perilaku seseorang yang paling dasar. Setiap kelompok atau masyarakat mempunyai budaya, dan pengaruh budaya pada perilaku pembelian bisa sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Indonesia sendiri memiliki jumlah penduduk ±250 juta, dan mempunyai beraneka ragam kebudayaan dan adat istiadat karena tersusun atas 300 suku yang tersebar diseluruh daerah dan mempunyai 200 bahasa daerah, dan sebagian besar menempati Pulau Jawa. Kegagalan menyesuaikan diri dengan perbedaan ini dapat menghasilkan pemasaran yang tidak efektif. Budaya masyarakat Indonesiadalam hal menikmati makanan khususnya buah - buahan adalah rasa manis. Untuk itu dalam hal ini, CV. Sumber Buah SAE memahami keadaan ini sehingga CV. Sumber Buah SAE menyediakan produk pertanian dengan rasa yang manis bila dinikmati produk buah –buahan terssebut diantaranya adalah buah mangga gedong gincu dan rambutan.
Teknologi
Teknologi merupakan faktor penting untuk kemajuan suatu usaha. Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju mendorong perusahaan untuk menjadi lebih baik dengan pemanfaatan semua sumber daya yang ada. Pemanfaatan teknologi dan informasi sudah diterapkan oleh perusahaan, akan tetapibelum sepenuhnya dilakukan karena beberapa karyawan belum sepenuhnya mengetahui. Hanya sebagian dari CV. Sumber Buah SAE yang menggunakan teknologi seperti pada bagian produksi hanya menggunakan mesin Wrapping dalam proses pengemasan khususnya buah rambutan. Perkembangan teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan di semua bagian operasional perusahaan. Seperti pada bagian keuangan. Adanya sistem komputerisasi dibagian keuangan akan lebih memudahkan dalam memanajemen pengalokasian dana. Selain itu, dalam bertransaksi dengan pemasok akan lebih efektif dan efisien jika dapat memanfaatkan semua teknologi. Kemudahan dalam transaksi pembayaran akan lebih memuaskan, karena tidak semua pelanggan selalu membawa uang tunai. Mesin pembayaran non tunai menjadi suatu hal yang penting untuk CV. Sumber Buah SAE.
Demografi
Kekuatan ekonomi makro pertama yang dipantau oleh pemasar adalah populasi, karena orang atau konsumen merupakan pembentuk pasar. Konsumen mempunyai sikap dan selera yang berbeda-beda terhadap suatu produk (barang maupun jasa). Jika dilihat dari aspek demografi jumlah penduduk Indonesia terbilang banyak dan selalu mengalami peningkatan. Peningkatan ini membuka peluang pasar yang potensial bagi usaha buah segar karena kebutuhan akan buah juga semakin meningkat. Hal tersebut memberikan peluang kepada CV. Sumber Buah SAE untuk memperluas pangsa pasar dan menarik minat konsumen lebih banyak lagi.
Kekuatan persaingan dalam perusahaan sejenis
Jumlah pelaku usaha buah - buahan tergolong banyak akan tetapi pelaku usaha mangga Gedong Gincu dan Rambutan masih tergolong sedikit. Segmen pasar pedagang mangga Gedong biasanya berupa pasar induk (pedagang buah), supermarket dan ekspor, Sedangkan untuk Rambutan segmen pasar hanyalah pasar ekspor. Pelaku usaha sejenis khususnya buah - buahan dapat dilihat pada Tabel. Pesaing usaha sejenis di luar dari Kabupaten Indramayu yaitu di Cirebon dan Majalengka. Di Cirebon terdapat supplier mangga Gedong Gincu dan Rambutan dengan tujuan segmen pasar ekspor. Salah satu pelaku usaha buah – buahan tropis untuk CV Sumber Buah Sae. Kelebihan mangga Gedong Gincu dan Rambutan CV Sumber Buah Sae yaitu selain kualitasyang terjamin, CV Sumber Buah Sae juga sudah mampu memberikan kemasan yang atraktif. Mangga Gedong Gincu untuk target ekspor diberikan kemasan karton berisi 1 kg dan masing-masing mangga diberikan label merk dan asal daerah serta dikemas dengan jala styrofoam.
Tabel 7. Pelaku usaha sejenis
No. Pelaku Usaha Lokasi Produk utama Target pasar
1 UD Dua Putra Ds. Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu Gedong (ijoan), Cengkir, Golek dan Gajah Pasar Induk Kramat Jati, Pasar tradisional di Bandung, Pekanbaru dan Cilegon
2 H.Duryani Ds. Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Gedong (ijoan) dan Cengkir Pasar Induk Kramat Jati, pasar tradisional Kabupaten Indramayu
3 CV Rahayu Buah Ds Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu Gedong Gincu, Golek, Gajah dan Cengkir Pasar Induk Kramat Jati, Pasar tradisional di Kabupaten Indramayu, Bandung, Tangerang, Tota Buah Segar Bekasi, Hero Bekasi dan Carrefour Bekasi.
4 Asosiasi Mutan Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu Gedong Gincu dan Cengkir Supplier Mulia Raya Bandung
Sumber: Dewi 2013
Kekuatan Tawar Pemasok
Pemasok memiliki peran yang penting bagi suatu usaha untuk memberi kemudahan dalam mendapatkan bahan baku dengan sistem kemitraan. Dengan bekerjasama dengan pemasok perusahaan mendapat keterjaminan atas sumber bahan baku yang nantinya akan diproses menjadi bahan jadi dalam proses produksinya. CV. Sumber Buah SAE menjalin kerjasama dengan petani buah mangga dalam memenuhi kebutuhan akan bahan baku dan sejauh ini kerjasama tersebut berjalan dengan baik. Selain itu perusahaan juga mendapatkan bahan baku dari lahan seluas kurang lebih 5 ha milik sendiri khususnya untuk buah mangga gedong gincu. Secara umum, pohon mangga Gedong Gincu dan Rambutan berumur 15 tahun sehingga kegiatan budidaya yang sering dilakukan yaitu kegiatan pemeliharaan dan pemanenan. Setiap pemain (pengusaha buah - buahan) khususnya CV. Sumber Buah SAE memiliki pemasok tersendiri. Perusahaan memiliki mitra pemasok yang terpercaya sehingga tidak ada pihak yang mendominasi atau mempengaruhi dalam penentuan harga. Adanya hubungan kerjasama yang dilandasi dengan rasa kepercayaan dan kekeluargaan membuat para pemasok input menjadi loyal kepada perusahaan. Dengan demikian, pemasok bukan merupakan ancaman bagi CV. Sumber Buah SAE.
Kekuatan Tawar Pembeli
Target konsumen yang di harapkan oleh CV. Sumber Buah SAE adalah kalangan menengah atas. Tingkat persaingan antar perusahaan buah memang menjadi ancaman bagi CV. Sumber Buah SAE namun di sisi lain jumlah perusahaan memiliki kekuatan yaitu berada pada sentral buah mangga dan rambutan, sehingga perusahaan tidak kesulitan dalam hal bahan baku. Selain itu, Konsumen dalam industri mangga Gedong Gincu adalah konsumen organisasional. Konsumen organisasional merupakan kelompok konsumen yang lebih mementingkan harga karena mengharapkan margin dari harga tersebut misalnya supermarket. Konsumen organisasional biasanya membeli dalam jumlah besar, sehingga menginginkan harga yang lebih murah. Ketika panen kecil, industri mangga Gedong Gincu menaikkan harga secara langsung karena kuantitas yang dihasilkan produsen relatif sedikit sedangkan permintaan dari pihak konsumen relatif banyak. Begitu juga dengan komoditas Rambutan pada CV. Sumber Buah SAE, yang membedakan hanyalah untuk komoditi Rambutan segmen pasarnya adalah pasar ekspor.
Ancaman Produk Subtitusi
Produk subtitusi merupakan produk lain yang dapat menggantikan produk tertentu dalam memenuhi kebutuhan yang sama semakin banyak berkembang dan mudah diperolehnya produk pengganti maka akan semakin mengancam posisi suatu perusahaan atau industri tertentu. Karena persaingan tidak hanya berasal dari produk sejenis namun juga dari produk lain yang dapat menggantikan produk tersebut. Produk subtitusi produk buah – buahan lainnyaseperti mangga gaja, apel, jeruk, manggis dan lainnya. Hal ini dikarena akan buah tersebut hampir memiliki persamaan dengan buah mangga gedong gincu dan rambutan. Menurut David (2009) ancaman produk subtitusi menjadi kuat apabila konsumen dihadapkan pada switching cost yang sedikit dan produk subtitusi memiliki harga yang lebih murah.
Analisis Segmentasi, Targetting dan Positioning (STP)
Berdasarkan gambaran umum pelaku usaha buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan khususnya, pasar yang dilayani oleh perusahaan CV. Sumber Buah SAE yaitusupermarket, pedagang buah dan ekspor untuk komoditas Mangga Gedong Gincu. Sedangkan untuk komoditi buah segar Rambutan perusahaan hanya melayani untuk pasar ekspor. Segmentasi pasar yang dipilih merupakan pasar sasaran utama yang telah mengenal perusahaan, selalu menggunakan produknya dan ingin menjalin hubungan lebih lama lagi (starcustomer). Disamping memilih segmentasi pasar berupa star customer, CV. Sumber Buah SAE juga memilih segmen berdasarkan geografis.
CV. Sumber Buah SAE sebaiknya melakukan evaluasi segmen secara cermat. Perusahaan harus yakin bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan merupakan pasar bagus yang menguntungkan agar return perusahaan berkembang. Selain itu pelaku usaha juga perlu mengamati potensi pertumbuhan pasar dan memilih potensi pertumbuhan pasar yang cukup tinggi (Kartajaya 2006). Peluang untuk memasuki supermarket di Kota Besar, pedagang buah dan ekspor sangat terbuka karena permintaan supermarket, pedagang buah dan pasar ekspor terhadap mangga dan Rambutan yang cukup besar. Setiap bulan satu supermarket membutuhkan 20 ton mangga (Flona 2012). Sedangkan untuk pasar ekspor menurut badan pusat statistik (BPS) pada tahun 2013 adalah sebesar 246943,8 ton atau senilai $ 186604,4 Ribu.
Keputusan mengenai target segmen pasar yang dilayani oleh CV. Sumber Buah SAE adalah pedagang buah, super market dan ekspor yaitu ketika pelaku usaha memilihsegmen tersebut karena perusahaan memiliki pengetahuan yang kuat tentang kebutuhan segmen dan kehadirannya di pasar tersebut. Target segmen berupa pedagang buah, supermarket dan pasar ekspor sangat cocok untuk mangga Gedong Gincu dan Rambutan karena buah mangga Gedong Gincu dan Rambutan memiliki keunggulan kompetitif. Target pedagang buah, supermarket dan ekspor juga dapat dilakukan secara selektif dari segi geografisnya yaitu tidak hanya memasok mangga Gedong Gincu kepada Pusat Perbelanjaan di Kota Besar akan tetapi juga kepada Supermarket di wilayah – wilayah tertentu, seperti pekan baru, medan, bengkulu, bukit tinggi dan surabaya. Sedangkan target pasar untuk buah Rambutan adalah pasar ekspor yaituNegara Singapura, Dubai,Abu Dhabi, Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Qatar, dan Bahrain.
Perusahaan yang mampu menghasilkan value yang kompetitif dapat memenangkan kompetisi (Kartajaya 2006). Berdasarkan gambaran umum CV. Sumber Buah SAE, pelaku usahamemposisikan mangga Gedong Gincu dan Rambutannya sebagai produk buah – buahan tropis yang segar dan berkualitas sehingga dapat bersaing dengan produk buah – buahan lainnya baik dalam maupun luar negeri. Mangga Gedong Gincu merupakan produk yang spesifik karena hanya dapat diproduksi di wilayah tertentu di Indonesia. Sedangkan buah Rambutan merupakan buah yang cukup populer dikalangan masyarakat baik masyarakat dalam negeri maupun masyarakat luar negeri sehingga target pasar Rambutan pada perusahaan CV. Sumber Buah SAE adalah pasar ekspor. Dengan memasuki dan dapat bersaing di target segmen seperti pedagang buah, supermarket di Kota Besar serta ekspor, perusahaan dapat mengembangkan wilayah distribusi sebagai bentuk promosi mangga Gedong Gincu dan Rambutan kepada masyarakat luas baik masyarakat dalam dalam negeri untuk buah mangga gedong gincu maupun masyarakat luar negeri untuk komoditi mangga gedong gincu dan rambutan. Hal tersebut menuntut pihak CV. Sumber Buah SAE dalam memperkuat positioning yang diaplikasikan kepada value dari kegiatan pemasarannya.
Analisis Matriks IFE
Matrik IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peran dari faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan pada perusahaan CV. Sumber Buah SAE. Pengisian pembobotan dengan metode Paired Comparison Matrix digunakan untuk mendapatkan nilai bobot dari setiap variabel internal. Kemudian nilai bobot yang didapat dirata-ratakan untuk mendapatkan nilai bobot rata-rata dengan cara menjumlahkan nilai bobot setiap responden dari masing-masing variabel lalu dibagi dengan jumlah responden. Langkah tersebut juga dilakukan dalam pemberian peringkat untuk mendapatkan nilai peringkat rata-rata. Selanjutnya setelah mendapat nilai bobot rata-rata dapat diperoleh nilai skor dari setiap variabel internal dengan cara mengalikan nilai bobot dengan nilai peringkat rata-rata setiap variabel internal. Nilai skor yang paling besar pada variabel kekuatan akan menunjukkan kekuatan utama sedangakan untuk nilai skor paling kecil pada kelemahan menunjukkan kelemahan utama. Analisis matriks IFE perusahaan CV. Sumber Buah SAE dapat dilihat pada Tabel 8.
Berdasarkan hasil dari matriks IFE bahwa kekuatan utama dari perusahaan CV. Sumber Buah SAE ada pada faktor kemasan produk yang menarik dengan nilai skor tertinggi yaitu sebesar 0,242. Kekuatan ini dapat dimanfaatkan perusahaan CV. Sumber Buah SAE untuk mendapatkan nilai tambah dari produk tersebut kepada konsumen. Sedangkan kelemahan dari perusahaan CV. Sumber Buah SAE ditunjukkan oleh faktor strategis Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan dengan skor terendah yaitu 0,110. Total skor dari matriks IFE untuk perusahaan CV. Sumber Buah SAE sebesar 3,336. Nilai ini menunjukkan kondisi internal dari perusahaan CV. Sumber Buah SAE berada dalam posisi yang paling tinggi.
No. Faktor Internal Bobot Rataan Peringkat Rataan Bobot x Rating
Kekuatan
1 Kemasan produk yang menarik 0,061 4 0,242
2 Penampilan produk yang menarik 0,059 4 0,237
3 Rasa buah yang khas 0,059 3,8 0,223
4 Harga terjangkau 0,057 4 0,228
5 Tempat strategis 0,058 3,4 0,197
6 Fasilitas mendukung 0,059 3,8 0,224
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 0,058 3,8 0,219
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 0,057 3,6 0,204
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 0,056 3,8 0,214
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 0,053 3,6 0,192
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 0,053 3,6 0,192
Kelemahan
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 0,050 2,2 0,110
13 Sifat buah yang mudah rusak 0,052 2,4 0,124
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 0,053 2,4 0,128
15 Perlu adanya perlakuan khusus 0,057 3,2 0,181
16 Harga buah yang ber fluktuatif 0,052 2,6 0,135
17 Kontinyuitas produksi 0,056 2,8 0,156
18 Papan nama tidak terpampang 0,049 2,6 0,128
Total 3,336
Matriks EFE
Matriks EFE digunakan untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruh faktor eksternal yaitu berupa peluang dan ancaman bagi perusahaan CV. Sumber Buah SAE. Proses analisis matriks EFE dilakukan dengan pemberian kuesioner terhadap lima responden yang sama. Pengisian kuesioner digunakan untuk mendapatkan bobot dan peringkat dari setiap variabel ekstrnal berupa peluang dan ancaman dengan metode Paired Comparison Matrix. Nilai bobot yang diperoleh dirata-ratakanuntuk mendapatkan nilai bobot rata-rata dengan menjumlahkan nilai bobot setiap responden dan masing-masing variabel lalu dibagi dengan jumlah responden. Hal tersebut juga dilakukan dalam mendapatkan peringkat rata-rata.
Nilai bobot rata-rata dan peringkat rata-rata dibutuhkan untuk mendapatkan nilai skor dengan cara mengalikan antara nilai bobot rata-rata dengan nilai peringkat rata-rata dari setiap variabel eksternal. Nilai skor tertinggimengindikasikan peluang utama serta acaman utama pula bagi perusahaan CV. Sumber Buah SAE. Berikut merupakan analisis matriks EFE pada Tabel 9.
Berdasarkan analisis matrik EFE bahwa peluang utama bagi perusahaan CV. Sumber Buah SAE adalah permintaan pasar yang terus meningkat dengan nilai skor tertinggi sebesar 0,299. ancaman utama bagi perusahaan CV. Sumber Buah SAE adalah Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) dengan skor tertinggi yaitu 0,240. Nilai skor dari analisis matrik EFE yaitu sebesar 3,076. Nilai ini menunjukkan bahwa respon perusahaan CV. Sumber Buah SAE terhadap peluang dan ancaman berada pada posisi yang tinggi.
No. Faktor Eksternal Bobot Rataan Peringkat Rataan Bobot x Rating
Peluang
1 Dukungan pemerintah 0,074 2,6 0,193
2 Pertumbuhan penduduk 0,071 2,2 0,157
3 Perkembangan kemajuan teknologi 0,082 3 0,247
4 Loyalitas konsumen 0,083 3,4 0,282
5 Peningkatan jumlah konsumsi 0,081 3,2 0,260
6 Permintaan pasar yang meningkat 0,083 3,6 0,299
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 0,080 2,6 0,208
Ancaman
8 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 0,069 3,4 0,233
9 Tingginya persaingan terhadap produk buah 0,068 3,2 0,216
10 Kenaikan harga BBM 0,061 2,8 0,171
11 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 0,052 2,8 0,146
12 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 0,069 3,2 0,220
13 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 0,063 3,8 0,240
14 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 0,064 3,2 0,204
Total 3,076
Matriks IE
Berdasarkan matrik IFE dan EFE dapat dirumuskan menjadi matrik IE, yaitu matrik yang merumuskan parameter kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi. Matriks IE merupakan perpaduan dari skor terbobot matriks IFE dan skor terbobot matriks EFE yang dipetakan sehinggadiketahui posisi perusahaan.
Dari matriks IFE didapat skor sebesar 3,336 dan matriks EFE didapat skor sebesar 3,076. Maka perusahaan CV. Sumber Buah SAE berada pada kuadran I dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun (grow and build) dengan strategi intensif (panetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) atau integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal). Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan lingkungan internal dan eksternal perusahaan, berupa strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Matriks IE dapat dilihat pada gambar 10.
Skor Total IFE
Skor Total EFE Kuat 3,0-4,0
Rata-rata 2,0- 2,9 Lemah 1,0- 1,99
Tinggi 3,0-4,0 I
II III
Sedang 2,0- 2,99 IV V VI
Rendah 1,0-1,99 VII VIII IX
Strategi penetrasi pasar adalah mencari pangsa pasar yang lebih besar untuk produk mangga gedong gincu dan Rambutan yang sudah ada sekarang melalui usaha pemasaran yang lebih gencar. Penetrasi pasar meliputi penambahan jumlah tenaga penjual, peningkatan pengeluaran untuk iklan, penawaran produk-produk dan promosi penjualan secara intensif. Dengan kata lain strategi ini dapat dilakukan dengan melakukan promosi yang lebih gencar. Promosi tersebut dapat berupa promosi melalui media iklankoran, majalah dan lain-lain. Pengembangan produk adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi kemasan produk atau jasa yang ada saat ini. Strategi ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas daya saing produk buah segar mangga gedong gincu dan Rambutan.
Hasil yang didapatkan dalam matrik Internal Eksternal (IE), digunakan untuk melakukan analisis mengenai kekuatan apa saja yang dapat memanfaatkan semua peluang untuk meminimalisir kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan CV. Sumber Buah SAE. Analisis ini dikenal dengan analisis SWOT.
Identifikasi Faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman
Dari hasil analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan CV. Sumber Buah SAE diketahui faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman apa saja yang dapat berpengaruh pada pemasaran mangga Gedong Gincu dan Rambutan. Faktor-faktor tersebut menjadi acuan dalam menentukan strategi pemasaran perusahaan dengan menggunakan matriks SWOT. Berikut ini adalah faktor-faktor kekuatan,kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan CV. Sumber Buah SAE.
Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan
Faktor kekuatan dan kelemahan pelaku usaha mangga Gedong Gincu Kabupaten Cirebon diperoleh dari hasil analisis lingkungan internal dimana diketahui bahwa perusahaan CV. Sumber Buah SAE memiliki sebelas kekuatan dan tujuh kelemahan yang dapat dilihat pada Tabel 10.
Kekuatan Kelemahan
Kemasan produk yang menarik Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan
Penampilan produk yang menarik Sifat buah yang mudah rusak
Rasa buah yang khas Sifat buah yang tidak tahan lama
Harga terjangkau Perlu adanya perlakuan khusus
Tempat strategis Harga buah yang ber fluktuatif
Fasilitas mendukung Kontinyuitas produksi
Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak Papan nama tidak terpampang
Memiliki ijin tertulis dari pemerintah
Sentral buah Mangga dan Rambutan
Memiliki Visi dan Misi yang tertulis
Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab
Identifikasi Peluang dan Ancaman
Faktor peluang dan ancaman pelaku usaha mangga Gedong Gincu Kabupaten Cirebon diperoleh dari hasil analisis lingkungan eksternal dimana diketahui bahwa perusahaan CV. Sumber Buah SAEmemiliki delapan peluang dan tujuh ancaman yang dapat dilihat pada Tabel 11.
Peluang Ancaman
Dukungan pemerintah Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar
Pertumbuhan penduduk Tingginya persaingan terhadap produk buah
Perkembangan kemajuan teknologi Kenaikan harga BBM
Loyalitas konsumen Pembayaran retribusi liar yang cukup marak
Peningkatan jumlah konsumsi Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi
Permintaan pasar yang meningkat Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat)
Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim
Konsumsi buah yang cenderung meningkat
Analisis Matriks SWOT
Setelah menganalisis lingkungan internal dan eksternal CV. Sumber Buah SAE menghasilkan sebelas kekuatan, tujuh kelemahan, delapan peluang, dan tujuh ancaman, maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi pemasaran mangga gedong gincu dan Rambutan dengan menggunakan matriks SWOT. Strategi yang dihasilkan berupa pencocokan atau penggabungan dari kekuatan dengan peluang (S-O), kelemahan dengan peluang (W-O), kekuatan dengan ancaman (S-T), kelemahan dengan ancaman (W-T). Dari hasil analisis matriks SWOT CV. Sumber Buah SAE dihasilkan empat buah alternatif strategi (Gambar 11), antara lain:
Strategi Strength-Opportunity (S-O)
Meningkatkan penjualan buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan. (S4,O4)
Pada strategi ini perusahaanCV. Sumber Buah SAE melakukan strategi berupa perluasan wilayah distribusi tidak hanya wilayah domestik (Supermarket (Pasar Buah), pedagang buah Pekan Baru, pedagang buah Medan, pedagang buah Bengkulu, pedagang buah dan Bukit Tinggi) dan wilayah mancanegara (Singapura, Dubai,Abu Dhabi, Saudi Arabia, Oman, Kuwait, Qatar, dan Bahrain) akan tetapi memperluas wilayah segmen ke Pusat Perbelanjaan di Kota Besar seperti di wilayah Jakarta, Bandung, Brunei Darusalam, Hongkong, Cina, Nepal, India, Pakistan, Bangladesh dan lainnya. Adanya peluang berupa permintaan buah mangga yang cukup tinggi setiap bulannya dan adanya gerakan makan buah dan sayur lokal oleh pemerintah dapat memberikan peluang untuk dapat mendistribusikan mangga Gedong Gincu dan Rambutan ke supermarket di Kota Besar serta mancanegara. Dalam kegiatan perluasan wilayah distribusi ke Pusat Perbelanjaan di Kota Besar, CV. Sumber Buah SAE diharapkan dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki secara optimal, antara lain penampilan dan kualitas buah yang lebih baik dibandingkan mangga Gedong Gincu dan Rambutan lainnnya, pengalaman CV. Sumber Buah SAE dalam mensuplai mangga dan rambutan ke supermarket serta mancanegara (ekspor), dan jalinan kerjasama (networking) yang baik dengan berbagai pihak. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan omzet perusahaan dengan menerima harga yang lebih baik dari pedagang.
Strategi Weakness-Opportunity (W-O)
Melakukan proses distribusikan buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan dengan cepat. (W2,W3,W7,O4,O5,O8).
Fungsi strategi ini adalah mengurangi kelemahan yang dimiliki perusahaan agar dapat memasok mangga Gedong Gincu dan Rambutan tepat waktu sehingga produk mampu bersaing dengan produk buah lainnya. Pada strategi ini perusahaan mengurangi kelemahan berupa ukuran mangga Gedong Gincu dan Rambutan yang relatif sifat buah yang mudah rusak, perlu adanya perlakuan khusus,sifat buah yang tidak tahan lama, harga buah yang ber fluktuatif serta Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan. Berdasarkan hasil praktek kerja lapang diketahui bahwa buah Mangga gedong Gincu dan Rambutan sudah melakukan branding, labeling dan packaging pada produknya sehingga kuat dalam positioning. Hal ini bisa menjadi rekomendasi bagi perusahaan khususnya untuk mengurangi kelemahan ukuran mangga Gedong Gincu dan Rambutan relatif sifat buah yang mudah rusakdengan strategi bauran produk berupa labelisasi dan pengemasan. Kegiatan pelabelan juga berfungsi untuk menunjukkan kualitas dan manfaat mangga Gedong Gincu dan rambutan, identitas perusahaan dan identitas daerah yaitu Kabupaten Cirebon.
Strategi Strength-Threat (S-T)
Melakukankan inovasi terhadap kemasan produk buah Mangga Gedog Gincu dan Rambutan. (W3,W4,T1,T2).
Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi (Everett M. Rogers 1983).Ketika panen raya mangga Gedong Gincu dan Rambutan,khususnya Buah lokal memiliki harga yang lebih kompetitif. Hal tersebut menyebabkan pihak Supermarket membuka kuota lebih besar untuk mangga lokal yang memiliki harga lebih terjangkau. Selain itu ancaman juga datang dari luar Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar. Meskipun ancaman ini bersifat relatif yaitu tergantung pada sudut pandang masing-masing konsumen, hal tersebut juga harus menjadi perhatian bagi perusahaan. Dalam mengatasi ancaman tersebut dibutuhkan inovasi terhadap kemasan produk agar lebih menarik oleh perusahaan yang menginformasikan keunggulan dari segi penampilan dan kualitas mangga Gedong Gincu serta buah Rambutan kepada masyarakat melalui berbagai media. Kenaikan harga BBM dapat menyebabkan biaya distribusi yang tidak efisien. Dalam mengatasi ancaman kenaikan harga BBM yang berdampak pada peningkatan biaya distribusi, perusahaan juga mengimbanginya dengan peningkatan penjualan. Selain itu perusahaan juga dapat meningkatkan penjualan secara langsung (direct marketing) melalui kegiatan pameran.
Strategi Weakness – Threats (W – T)
Meningkatkan promosi terhadap buah mangga gedong gincu dan rambutan serta kontrak kerja dengan pemasok. (W5,W6,T1,T3).
Promosi adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didayagunakan untuk memberitahukan, mengingatkan, dan membujuk konsumen tentang produk perusahaan(Saladin 2003). Sedangkan kontrak kerja adalah suatu perjanjian antara pekerja dan pengusaha secara lisan dan/atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib memberikan kontrak kerja di hari pertama bekerja. Fungsi strategi ini adalah menghindari ancaman terhadap perusahaan agar dapat menyampaikan produk buah mangga Gedong Gincu dan Rambutan agar dibanyak diminati konsumen. Pada strategi ini perusahaan menghindari ancaman yang berupa banyaknya buah impor yang beredar dipasar, tingginya persaingan terhadap produk buah,kenaikan harga BBM, tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) dan menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim. Tujuan perusahaan melakukan promosi penjualan yakni merangsang permintaan, meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk mangga gedong gincu dan rambutan, membentuk minat konsumen terhadap mangga gedong gincu dan rambutan, meningkatkan pembelian konsumen, juga mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak atau mendorong konsumen untuk mengkonsumsi buah lokal khususnya mangga gedong gincu dan rambutan.
Gambar 11. Matrik SWOT
Internal
Eksternal Kekuatan
Kemasan produk yang menarik
Penampilan produk yang menarik
Rasa buah yang khas
Harga terjangkau
Tempat strategis
Fasilitas mendukung
Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak
Memiliki ijin tertulis dari pemerintah
Sentral buah Mangga dan Rambutan
Memiliki Visi dan Misi yang tertulis
Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab Kelemahan
Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan
Sifat buah yang mudah rusak
Sifat buah yang tidak tahan lama
Perlu adanya perlakuan khusus
Harga buah yang ber fluktuatif
Kontinyuitas produksi
Papan nama tidak terpampang
Peluang
Dukungan pemerintah
Pertumbuhan penduduk
Perkembangan kemajuan teknologi
Loyalitas konsumen
Peningkatan jumlah konsumsi
Permintaan pasar yang meningkat
Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah Meningkatkan penjualan buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan. (S4,O4) Melakukan proses distribusikan buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan dengan cepat. (W2,W3,W7,O4,O5)
Ancaman
Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar
Tingginya persaingan terhadap produk buah
Kenaikan harga BBM
Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi
Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat)
Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim Melakukankan inovasi terhadap kemasan produk buah Mangga Gedog Gincu dan Rambutan. (W3,W4,T1,T2) Meningkatkan promosi terhadap buah mangga gedong gincu dan rambutan serta kontrak kerja dengan pemasok. (W5,W6,T1,T3)
Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)
Analisis QSPM memungkinkan perusahaanuntuk mengevaluasi alternatif strategi secara objektif, berdasarkan faktor keberhasilan internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya (David, 2009). Tahapan terakhir dari analisisstrategi adalah tahap keputusan. Pada tahap ini strategi-srategi dalam matriks SWOT akan di prioritaskan menggunakan alat analisis QSPM dengan menetukan daya tarik relatif dari beberapa strategi berdasarkan seberapa jauh faktor kunci internal dan eksternal dapat dimanfaatkan atau dapat diperbaiki. Pada tahap ini telah dilakukan pemberian kuesioner kepada manajer yang paling mengetahui kondisi internal CV. Sumber Buah SAE. Pengisian kuesioner dilakukan dengan cara membandingkan apakah faktor eksternal dan internal berpengaruh terhadap strategi yang dipilih untuk memperoleh nilai AS. Nilai AS menunjukkan seberapa besar daya tarik masing-masing strategi terhadap faktor kunci yang dimiliki. Setelah itu dilakukan perkalian antara nilai AS dengan bobot rata-rata dari setiap faktor kunci strategis untuk mendapatkan nilai TAS. Kemudian hasil TAS dijumlahkan untuk mendapatkan Jumlah Total Daya Tarik atau STAS. Semakin besar nilai STAS maka strategi tersebut semakin menarik untuk dijadikan sebagai prioritas strategi yang akan dijalankan oleh CV. Sumber Buah SAE. Hasil STAS tertinggi yaitu 6,404 Melakukankan inovasi terhadap kemasan produk buah Mangga Gedog Gincu dan Rambutan.
Analisis Finansial Di Perusahaan Cv. Sumber Buah Sae Cirebon
Spesifikasi
Spesifikasi yang digunakan CV. Sumber Buah SAE Cirebon Tabel
Tabel 12. Spesifikasi perusahaan CV. Sumber buah SAE
No JENIS SPESIFIKASI
1 Kapasitas produksi 120.880,83 Kg/bulan
2 Bahan Baku
Buah Rambutan 47.965 Kg
3 Jumlah Pekerja + Upah
Karyawan 10 - 60 orang Rp. 3.697.234,77/orang/bulan
4 Harga Buah Segar 1 Kg Rp. 49.500
5 Hari Kerja ari/Bulan
Modal Usaha
Modal tetap merupakan modal modal yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan.
Modal kerja merupakan modal yang jumlahnya berubah tergantung unit produk yang dihasilkan
Modal perusahaan CV. Sumber buah SAE
1. Modal Tetap 697,350,000
2. Modal kerja 605,376,734.77
Jumlah 1,302,726,734.77
Tabel 13. Modal Tetap pada perusahaan CV. Sumber buah SAE
No Jenis Barang Umur Ekstensi (Bln) Jumlah Unit Harga Satuan (Rp) Harga Total (Rp) Harga Akhir Penyusutan (Rp/Bln)
n A B C
1 Bangunan 240 3 108.500.000 325,500,000 5% 67,812.50
2 Peralatan Kantor 60 10,850,000 25% 45,208.33
3 Kendaraan
Yamaha Vega 60 1 9.000.000 9,000,000 25% 37,500
Mitsubishi FE 74 HD 108 1 260.000.000 260,000,000 12.5% 300,925.93
Daihatsu/s, 401 108 1 92.000.000 92,000,000 12.5% 106,481.48
Jumlah 697.350.000 557,928.24
Keterangan:
A= Modal Tetap
C = A x B
N
Tabel 14. Modal kerja pada perusahaan CV. Sumber buah SAE
No JenisBiaya Kebutuhan/Bln HargaSatuan Modal/Bln
1 Bahan Baku
Buah Rambutan 47,965 9,000 431,685,000
2 Bahan Penunjang
Karton Box 47,965 3,200 153,488,000
3 Bahan Pembantu
Plastik Wrapping 90 175,000 15,750,000
Lakban 90 7,750 697,500
Label/Stickers 600 5 3,000
Tray 400 140 56,000
Biaya Tidak Tetap 601,679,500
4 Tenaga kerja 10 - 60 orang 3697234.77 3697234.77
Jumlah 605,376,734.77
Moada Tetap
Modal tetap digunakan untuk investasi bangunan dan peralatan tersebut sebesar Rp. 697.350.000.
Modal Kerja
Rincian modal kerjaperbulandapatdilihatpada tabel…… Modal kerja perbulan untuk produksi 47.965 Kg buah Rambutan sebesar Rp. 605,376,734.77
Biaya Produksi
Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya produksi yang selama satu periode kerja tetap jumlahnya tidak tergantung jumlah produk yang dihasilkan. Biaya tetap dirinci untuk biaya penyusutan bangunan dan alat, transportasi, gaji tenaga kerja. Besarnya biaya tetap sebesar Rp.376.156.496,68
Tabel 15. Biaya tetap pada perusahaan CV. Sumber Buah SAE
No JenisBiaya BesarBiaya/Bulan
1 BiayaPenyusutan
BangunandanAlat 557,928.24
2 Transportasi 371,901,333.67
3 Gaji Tenaga Kerja 3.697.234,77
4 Jumlah 376,156,496.68
Biaya tidak tetap
Adalah biaya produksi yang dikeluarkan pada saat alat dan mesin beroperasi. Besarnya tergantung pada jumlah jam kerja dan jumlah produk yang dihasilkan. Jumlah biaya tidak tetap adalah jumlah biaya bahan baku, bahan penunjang, dan upah kerja. Besarnya biaya tidak tetap adalah sebesar Rp. 601.679.500.
Biaya Produksi Total
Adalah biaya keseeluruhan yang dikeluarkan untuk memproduksi buah Rambutan. Biaya total untuk memproduksi buah Rambutan segar adalah sebagai berikut:
1 Biaya Tetap Rp. 376.156.496,68
2 Biaya Tidak Tetap Rp. 601.679.500
Jumlah Rp.977,835,996.68
Perhitungan Keuntungan
Keuntungan merupakan selisih antara pendapatan dengan pengeluaran.
Pengeluaran adalah total biaya produksi
Pendapatan adalah hasil penjualan
Pendapatan
47.965 Kg X Rp. 49.500/Kg = Rp. 2.374.267.500
Pengeluaran = Rp.977.835.996,68
Keuntungan = Rp. 1.396.431.503,32
BEP
BEP adalah titik Keseimbangan dimana pada titik tersebut jumlah hasil penjualan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan atau perusahaan CV. Sumber Buah SAE tidak mengalami Laba atau Rugi.
BEP = Rp. 376,156,496.68
1 – (Rp.601,679,500/Rp. 2.374.267.500)
= Rp. 503,837,408.91
Titik impas BEP akan didapat apabila dalam usaha penjualan buah rambutan kemasan 1 kg apabila memproduksi perbulan sebanyak 10.179 kg kemasan perbulan dengan harga jual Rp. 503.837.408,91
Persen Titik impas
= Rp. 503,837,408.91 X 100%
Rp. 2,374,267,500
= 21,2%
Hal ini berarti untuk mencapai keadaan impas (tidak untung atau rugi), perusahaan CV. Sumber Buah SAE harus berproduksi sebanyak 21,2% dari kapasitas produksi normal.
Kapasitas Titik Impas (KTI)
KTI adalah jumlah produksi yang harus dilakukan untuk mencapai titik impas.
KTI = 21.2% X 120.880,83
= 25.626,74 Kg/Bln
= 854 Kg/hari
Perusahaan CV. Sumber Buah SAE sudah mencapai keadaan impas berproduksi sebanyak 854 Kg/hari. Dengan produksi 1.599 Kg/hari, maka perusahaan CV. Sumber Buah SAE sudah memperoleh keuntungan 745 Kg/hari atau sebesar Rp.36,866,385.67, karena berprodusi diatas kapasitas titki mpas.
Nilai Tambah Tiap Kilogram Buah rambutan Segar
Rp. 1,352,726,979.76
120,880.83 Kg
= Rp. 11.552,13/Kg
Hal ini berarti dapat diketahui bahwa dalam penjualan buah rambutan Rp. 49.500,-/kg akan memperoleh nilai tambah Rp. 11.552,13,-/kg kemasan buah rambutan
Pengembalian Modal
Rp. 697,350,000
Rp. 1,396,431,503.32
= 0,5 atau 1Bulan
Artinya adalah modal yang di investasikan untuk usaha penjualan buah rambutan akan kembali setelah kurang lebih 0,5 atau satu bulan (15-30 hari) setelah usaha dijalankan.
Nilai B/C Ratio
Rp. 2,374,267,500.00
Rp. 977,835,996.68
= 2,43
B/C Ratio yang diperoleh dari usaha penjualan buah Rambutan lebih dari 1. Jadi setiap Rp. 1 yang dikeluarkan akan mendapatkan pengembalian sebesarRp. 2,43. Ini menunjukkan bahwa usaha penjualan buah Rambutan CV. Sumber Buah SAE layak untuk dikembangkan.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Strategi pada perusahaan CV. Sumber Buah SAE adalah sebagai berikut:
Melakukankan inovasi terhadap kemasan produk buah Mangga Gedog Gincu dan Rambutan.
Meningkatkan penjualan buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan.
Meningkatkan promosi terhadap buah mangga gedong gincu dan rambutan serta kontrak kerja dengan pemasok.
Melakukan proses distribusikan buah Mangga Gedong Gincu dan Rambutan dengan cepat.
Usaha CV. Sumber Buah SAE penanganan pasca panen buah segar rambutan secara finansial menguntungkan karena jumlah pendapatan (Rp.2.374.267.500) lebih besar dari jumlah pengeluaran (Rp. 977.835.996,68), dengan selisih antara keduanya menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 1.396.431.503,32. Nilai persen BEP buah rambutan sebesar 21,2% perbulan. Dan lamanya waktu pengembalian modal yang diinvestasikan yaitu kurang lebih 0,5 atau satu bulan (15-30 hari) setelah usaha dijalankan. Serta nilai B/C ratio sebesar 2,43.
Saran
Berdasarkan dari pembahasan hasil praktek kerja lapang mengenai CV. Sumber Buah SAE berikut ini adalah saran yang menjadi masukan bagi perusahaan yaitu:
Mempertahankan kekuatan dari faktor internal yang telah dimiliki oleh perusahaan CV. Sumber Buah SAE yaitu kemasan produk yang menarik.
Mempertahankan loyalitas pelanggan dengan meningkatkan pelayanan seperti memberikan jasa pesan antar dan potongan harga kepada pelanggan, khususnya kepada pelanggan yang loyal terhadap perusahaan serta pembayarannya cepat.
Melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang bermitra untuk mengadakan kegiatan promosi dan sosialisasi yang dapat mempopulerkan mangga Gedong Gincu dan Rambutan.
Sebaiknya dalam proses pengemasan Rambutan kebersihan buah lebih di perhatikan agar dapat memperoleh buah yang lebih berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA
Ade Supriatna. jurnal.Analisis Pemasaran Mangga Gedong Gincu. Sunday, February 15, 2015
Ade Supriatna. new.iaard.go.id/artikel/one/98/pdf/Budidaya dan Prospek Pemasaran Mangga Gedong Gincu.pdf Sunday, February 15, 2015
Anonim. http://cpanel.petra.ac.id/ejournal/index.php/mar/article/viewArticle/16534 Tuesday, January 27, 2015
Anonim. http://eprints.undip.ac.id/27436/ Tuesday, January 27, 2015
Anonim. http://Jurnal Ekonomi Bisnis PERAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN.pdf Tuesday, January 27, 2015
Anonim. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/view/455/392. Tuesday, January 27, 2015
Anonim. idei.or.id/jurnal/2010 oktober Hendri Sukotjo dan Sumanto Radix A.pdf. Tuesday, January 27, 2015
Anonim. www.stppgowa.ac.id/data-jurnal-agrisistem ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK AYAM POTONG PADA SKALA USAHA KECIL.pdfTuesday, January 27, 2015
Anonim.http://bps.go.id/menutab tabel subyek.Tuesday, February 03, 2015
Anonim.http://cpanel.petra.ac.id/ejournal/index.php/mar/article/viewArticle/16534 Tuesday, January 27, 2015
Anonim.http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/1374/1085Tuesday, January 27, 2015
Anonim.http://ftp.gunadarma.ac.id/pub/UG-ejournal/indonesia/Jurnal Ekonomi Bisnis/PERAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN.pdfTuesday, January 27, 2015
Anonim.http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/view/455/392. Tuesday, January 27, 2015
Anonim.http://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/view/17039/17003Tuesday, January 27, 2015
Anonim.http://obortani.com/read/2009/01/06/membuahkan-tanaman-di-luar-musim-corporate-social-responsibility-csr.html Friday, February 20, 2015
Anonim.http://pengertian bauran pemasaran menurut pendapat para ahli.Tuesday, January 27, 2015
Anonim.http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-pemasaran-menurut-para-ahli.htmlTuesday, February 03, 2015
Anonim.http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-pemasaran-menurut-para-ahli.htmlTuesday, February 03, 2015
Anonim.https://elqorni.wordpress.com/2008/05/03/konsep-pemasaran-dan-penjualan/Friday, February 20, 2015
Anonim.idei.or.id/jurnal/2010 Hendri Sukotjo dan Sumanto Radix A.pdf.Tuesday, January 27, 2015
Anonim.jurnal.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/v06-n02/vol-6-artikel-12.pdf/pdf/vol-6-artikel-12.pdf Tuesday, January 27, 2015
David FR. 2009. Manajemen Strategis. Ed ke-12. Sunardi D, penerjemah; Jakarta (ID): Salemba Empat. Terjemahan dari: Strategic Management.
David, Fred R. 2006. Manajemen Strategis. Penerbit Salemba Empat, Jakarta
Dewi. Analisis Strategi Pemasaran Mangga Gedong Gincu Kabupaten Indramayu Untuk Pusat Perbelanjaan Di Kota Besar. Tesis. Ipb. 2013
Nurul Sumiasri, Jitno Rijadi, Dody Priadi. Variasi Jenis dan Kultivar Mangga di Madiun dan Sekitarnya; Pengembangan dan Permasalahannya.Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong-Bogor 16911. Sunday, February 15, 2015
Octavianti Paramita. Pengaruh Memar terhadap Perubahan Pola Respirasi, Produksi Etilen dan Jaringan Buah Mangga (Mangifera Indica L) Var Gedong Gincu pada Berbagai Suhu Penyimpanan.Sunday, February 15, 2015
Rangkuti, Freddy (2006).Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pusaka Utama, Jakarta
Rosyidah, Walidatur. Formulasi Strategi Pemasaran Restoran Ayam Cacah. Tesis. Ipb. 2014.
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
STRATEGI PEMASARAN MANGGA (Mangifera indica L.) GEDONG GINCU DAN RAMBUTAN (Nephelium sp.) Di CV. SUMBER BUAH SAE CIREBON JAWA BARAT
YUTAM
KUISIONER PRAKTEK KERJA LAPANG
Mengenai:
Matrik IFE
Matrik EFE
Matrik IE
Matrik SWOT
Matrik QSPM
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEMASARAN
POLITEKNIK AGROINDUSTRI
SUBANG
2015
Saya Yutam (A 123011), mahasiswa Program Diploma 3 Politeknik Agroindustri sedang melakukan praktek kerja lapang terkait Strategi Pemasaran Mangga (Mangifera indica L.) Gedong Gincu Dan Rambutan (Nephelium sp.) Di CV. Sumber Buah Sae. Lembar kuisioner ini akan digunakan untuk pengumpulan data dalam pembuatan laporan Tugas Akhir.
Partisipasi Anda sangat saya harapkan untuk mengisi kuisioner ini secara lengkap dan jujur. Mohon dibaca dengan seksama dan teliti. Kerahasiaan akan kami jaga. Masukan dan informasi yang Anda berikan sangat berguna bagi strategi pemasaran mangga Gedong Gincu dan Rambutan di CV. Sumber Buah Sae di masa yang akan datang. Terima kasih atas bantuan dan kesediaan Anda meluangkan waktu untuk pengisian kuisioner ini.
No. Kuisioner : Tanggal : ....../......./........
PETUNJUK PENGISIAN :
Berilah tanda contreng (√) pada salah satu jawaban pilihan Anda
Bagian I : IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama : …………………………………………………
2. Alamattempattinggal : …………………………………………………
3. Jabatan : …………………………………………………
4. Asal daerah : …………………………………………………
5. Jenis kelamin : Laki-laki Wanita
6. Status Pernikahan : Menikah Belum Menikah
7. Umur : ………tahun
8. Pendidikan : SD SMP SMA Diploma
: Sarjana Lainnya …………………..
Bagian II: IDENTITAS PERUSAHAAN
1. Nama perusahaan : …………………………………………….
2. Alamatperusahaan : …………………………………………….
3. Bentukperusahaan : …………………………………………….
4. Tahunberdiri : …………………………………………….
5. Bidangusaha : …………………………………………….
6. Komoditi yang diusahakan : …………………………………………….
7. Omzet per hari/bulan : …………………………………………….
BAGIAN II : ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
Faktor Internal CV. Sumber Buah SAE
No. Kekuatan
1 Kemasan produk yang menarik
2 Penampilan produk yang menarik
3 Rasa buah yang khas
4 Harga terjangkau
5 Tempat strategis
6 Fasilitas mendukung
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab
No. Kelemahan
1 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan
2 Sifat buah yang mudah rusak
3 Sifat buah yang tidak tahan lama
4 Perlu adanya perlakuan khusus
5 Harga buah yang ber fluktuatif
6 Kontinyuitas produksi
7 Papan nama tidak terpampang
Faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE
No. Peluang
1 Dukungan pemerintah
2 Pertumbuhan penduduk
3 Perkembangan kemajuan teknologi
4 Loyalitas konsumen
5 Peningkatan jumlah konsumsi
6 Permintaan pasar yang meningkat
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah
No. Ancaman
1 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar
2 Tingginya persaingan terhadap produk buah
3 Kenaikan harga BBM
4 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi
5 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat)
6 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim
Bagian IV: PENILAIAN RESPONDEN TERHADAP INTERNAL DAN EKSTERNAL
Lampiran Responden 1: Faktor Internal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Total bobot Bobot
1 Kemasan produk yang menarik 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 1 37 0,060
2 Penampilan produk yang menarik 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 43 0,069
3 Rasa buah yang khas 3 2 3 3 2 2 2 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 43 0,069
4 Harga terjangkau 2 2 1 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 40 0,064
5 Tempat strategis 2 1 1 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 41 0,066
6 Fasilitas mendukung 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 1 3 38 0,061
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 2 2 2 2 1 2 1 2 3 2 2 3 3 2 1 2 3 35 0,056
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 3 1 2 35 0,056
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 3 3 2 36 0,058
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 2 2 1 1 3 2 1 26 0,042
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 1 3 3 2 1 2 2 1 2 2 3 2 1 2 2 3 3 35 0,056
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2 3 1 2 2 27 0,043
13 Sifat buah yang mudah rusak 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 3 2 27 0,043
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 1 1 1 1 1 1 1 3 2 3 3 2 2 1 2 3 2 30 0,048
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 1 3 3 3 2 1 37 0,060
16 Harga buah yang ber fluktuatif 1 1 3 1 1 2 3 1 1 1 2 3 2 2 1 1 3 29 0,047
17 Kontinyuitas produksi 2 1 3 1 1 3 2 3 1 2 1 2 1 1 2 3 3 32 0,052
18 Papan nama tidak terpampang 3 1 3 1 1 1 1 2 2 3 1 2 2 2 3 1 1 30 0,048
Total 621 1
Lampiran Responden 2: Faktor Internal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Total bobot Bobot
1 Kemasan produk yang menarik 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 36 0,059
2 Penampilan produk yang menarik 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 35 0,057
3 Rasa buah yang khas 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
4 Harga terjangkau 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
5 Tempat strategis 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 36 0,059
6 Fasilitas mendukung 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 39 0,064
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 38 0,062
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 39 0,064
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 35 0,057
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 38 0,062
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 38 0,062
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 1 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 2 26 0,042
13 Sifat buah yang mudah rusak 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 29 0,047
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 3 29 0,047
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 36 0,059
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 31 0,051
17 Kontinyuitas produksi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 36 0,059
18 Papan nama tidak terpampang 1 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 1 23 0,038
Total 612 1
Lampiran Responden 3: Faktor Internal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Total bobot Bobot
1 Kemasan produk yang menarik 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 42 0,069
2 Penampilan produk yang menarik 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 1 1 1 1 2 1 3 32 0,052
3 Rasa buah yang khas 2 2 3 3 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2 3 33 0,054
4 Harga terjangkau 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0,052
5 Tempat strategis 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 31 0,051
6 Fasilitas mendukung 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0,052
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 0,052
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 33 0,054
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 33 0,054
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 33 0,054
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 36 0,059
13 Sifat buah yang mudah rusak 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 36 0,059
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 36 0,059
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 36 0,059
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
17 Kontinyuitas produksi 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
18 Papan nama tidak terpampang 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 31 0,051
Total 612 1
Lampiran Responden 4: Faktor Internal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Total bobot Bobot
1 Kemasan produk yang menarik 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 36 0,059
2 Penampilan produk yang menarik 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 37 0,060
3 Rasa buah yang khas 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 35 0,057
4 Harga terjangkau 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
5 Tempat strategis 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
6 Fasilitas mendukung 2 1 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 37 0,060
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 33 0,054
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 36 0,059
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 32 0,052
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 3 2 3 2 2 34 0,056
13 Sifat buah yang mudah rusak 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 30 0,049
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 33 0,054
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 3 3 2 34 0,056
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 31 0,051
17 Kontinyuitas produksi 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 3 2 3 2 1 2 3 34 0,056
18 Papan nama tidak terpampang 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 33 0,054
Total 612 1
Lampiran Responden 5: Faktor Internal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Total bobot Bobot
1 Kemasan produk yang menarik 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
2 Penampilan produk yang menarik 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
3 Rasa buah yang khas 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
4 Harga terjangkau 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
5 Tempat strategis 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
6 Fasilitas mendukung 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 35 0,057
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 24 0,039
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
13 Sifat buah yang mudah rusak 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
17 Kontinyuitas produksi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
18 Papan nama tidak terpampang 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 34 0,056
Total 612 1
Lampiran Responden 1: Faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Total bobot Bobot
1 Dukungan pemerintah 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 1 3 1 29 0,080
2 Pertumbuhan penduduk 1 1 1 2 2 3 3 3 3 3 1 3 2 28 0,077
3 Perkembangan kemajuan teknologi 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 33 0,091
4 Loyalitas konsumen 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 33 0,091
5 Peningkatan jumlah konsumsi 2 2 2 2 1 1 3 1 1 3 3 3 3 27 0,074
6 Permintaan pasar yang meningkat 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 33 0,091
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2 1 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 33 0,091
8 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 2 3 3 22 0,061
9 Tingginya persaingan terhadap produk buah 2 1 1 1 3 1 1 2 2 3 2 3 3 25 0,069
10 Kenaikan harga BBM 1 1 1 1 3 1 1 2 2 3 1 1 1 19 0,052
11 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 0,036
12 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3 2 2 1 1 2 1 2 2 3 3 3 3 28 0,077
13 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 3 19 0,052
14 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 3 2 1 2 1 1 1 1 1 3 3 1 1 21 0,058
Total 363 1
Lampiran Responden 2: Faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Total bobot Bobot
1 Dukungan pemerintah 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 34 0,093
2 Pertumbuhan penduduk 1 2 1 2 2 2 1 2 3 2 2 1 3 24 0,066
3 Perkembangan kemajuan teknologi 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 34 0,093
4 Loyalitas konsumen 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 34 0,093
5 Peningkatan jumlah konsumsi 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 33 0,091
6 Permintaan pasar yang meningkat 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 34 0,093
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2 2 1 2 2 1 3 3 3 3 3 3 3 31 0,085
8 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 1 3 1 1 1 1 1 2 2 3 2 3 2 23 0,063
9 Tingginya persaingan terhadap produk buah 1 2 1 1 1 1 1 2 3 3 2 2 2 22 0,060
10 Kenaikan harga BBM 1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 2 1 17 0,047
11 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 0,038
12 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 1 2 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 23 0,063
13 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 3 1 2 20 0,055
14 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 3 2 2 21 0,058
Total 364 1
Lampiran Responden 3: Faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Total bobot Bobot
1 Dukungan pemerintah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 0,036
2 Pertumbuhan penduduk 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
4 Loyalitas konsumen 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 28 0,077
6 Permintaan pasar yang meningkat 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 28 0,077
8 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
9 Tingginya persaingan terhadap produk buah 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
10 Kenaikan harga BBM 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
11 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
12 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
13 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
14 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
Total 366 1
Lampiran Responden 4: Faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Total bobot Bobot
1 Dukungan pemerintah 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 32 0,088
2 Pertumbuhan penduduk 1 2 1 1 2 2 2 1 2 3 3 3 3 26 0,071
3 Perkembangan kemajuan teknologi 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 1 3 30 0,082
4 Loyalitas konsumen 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 1 3 31 0,085
5 Peningkatan jumlah konsumsi 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 34 0,093
6 Permintaan pasar yang meningkat 2 2 2 2 1 3 2 3 2 3 3 3 3 31 0,085
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2 2 2 2 1 1 2 3 2 3 2 3 3 28 0,077
8 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 1 27 0,074
9 Tingginya persaingan terhadap produk buah 1 3 1 2 1 1 1 2 3 3 2 2 1 23 0,063
10 Kenaikan harga BBM 1 2 1 1 2 2 2 2 1 3 1 2 2 22 0,060
11 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 15 0,041
12 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 1 1 1 1 1 1 2 1 2 3 3 3 1 21 0,058
13 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 2 1 3 3 1 1 1 1 2 2 3 1 2 23 0,063
14 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 1 3 2 21 0,058
Total 364 1
Lampiran Responden 5: Faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE Cirebon Jawa Barat
No. Faktor Strategis Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Total bobot Bobot
1 Dukungan pemerintah 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 27 0,074
2 Pertumbuhan penduduk 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 25 0,069
3 Perkembangan kemajuan teknologi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
4 Loyalitas konsumen 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
5 Peningkatan jumlah konsumsi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
6 Permintaan pasar yang meningkat 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
8 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
9 Tingginya persaingan terhadap produk buah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
10 Kenaikan harga BBM 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
11 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
12 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
13 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
14 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 26 0,071
Total 364 1
Bagian V: PENILAIAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
Penilaian peringkat faktor Internal
Lampiran Responden 1: Penilaian peringkat faktor Internal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Internal Peringkat
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 4
4 Harga terjangkau 4
5 Tempat strategis 3
6 Fasilitas mendukung 3
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 3
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 3
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 4
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 3
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 3
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 1
13 Sifat buah yang mudah rusak 2
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 2
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2
17 Kontinyuitas produksi 1
18 Papan nama tidak terpampang 2
Lampiran Responden 2: Penilaian peringkat faktor Internal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Internal Peringkat
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 4
4 Harga terjangkau 4
5 Tempat strategis 3
6 Fasilitas mendukung 4
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 4
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 4
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 4
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 4
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 4
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 2
13 Sifat buah yang mudah rusak 1
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 1
15 Perlu adanya perlakuan khusus 4
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2
17 Kontinyuitas produksi 4
18 Papan nama tidak terpampang 2
Lampiran Responden 3: Penilaian peringkat faktor Internal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Internal Peringkat
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 4
4 Harga terjangkau 4
5 Tempat strategis 4
6 Fasilitas mendukung 4
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 4
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 3
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 4
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 4
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 4
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 1
13 Sifat buah yang mudah rusak 1
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 1
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2
17 Kontinyuitas produksi 1
18 Papan nama tidak terpampang 2
Lampiran Responden 4: Penilaian peringkat faktor Internal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Internal Peringkat
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 3
4 Harga terjangkau 4
5 Tempat strategis 3
6 Fasilitas mendukung 4
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 4
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 4
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 3
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 3
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 4
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 3
13 Sifat buah yang mudah rusak 4
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 4
15 Perlu adanya perlakuan khusus 4
16 Harga buah yang ber fluktuatif 3
17 Kontinyuitas produksi 4
18 Papan nama tidak terpampang 3
Lampiran Responden 5: Penilaian peringkat faktor Internal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Internal Peringkat
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 4
4 Harga terjangkau 4
5 Tempat strategis 4
6 Fasilitas mendukung 4
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 4
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 4
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 4
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 4
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 3
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 4
13 Sifat buah yang mudah rusak 4
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 4
15 Perlu adanya perlakuan khusus 4
16 Harga buah yang ber fluktuatif 4
17 Kontinyuitas produksi 4
18 Papan nama tidak terpampang 4
Lampiran Responden 1: Penilaian peringkat faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Eksternal Peringkat
1 Dukungan pemerintah 3
2 Pertumbuhan penduduk 1
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3
4 Loyalitas konsumen 4
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 3
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 4
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 4
11 Kenaikan harga BBM 3
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 2
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 4
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 3
Lampiran Responden 2: Penilaian peringkat faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Eksternal Peringkat
1 Dukungan pemerintah 3
2 Pertumbuhan penduduk 3
3 Perkembangan kemajuan teknologi 4
4 Loyalitas konsumen 4
5 Peningkatan jumlah konsumsi 4
6 Permintaan pasar yang meningkat 4
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 3
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 3
11 Kenaikan harga BBM 2
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 2
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 4
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 3
Lampiran Responden 3: Penilaian peringkat faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Eksternal Peringkat
1 Dukungan pemerintah 2
2 Pertumbuhan penduduk 3
3 Perkembangan kemajuan teknologi 2
4 Loyalitas konsumen 3
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 4
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 3
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 3
11 Kenaikan harga BBM 3
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 3
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 4
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 3
Lampiran Responden 4: Penilaian peringkat faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Eksternal Peringkat
1 Dukungan pemerintah 2
2 Pertumbuhan penduduk 2
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3
4 Loyalitas konsumen 3
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 4
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 4
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 4
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 3
11 Kenaikan harga BBM 3
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 4
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 4
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 4
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 4
Lampiran Responden 5: Penilaian peringkat faktor Eksternal CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Eksternal Peringkat
1 Dukungan pemerintah 3
2 Pertumbuhan penduduk 2
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3
4 Loyalitas konsumen 3
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 3
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 3
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 3
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 3
11 Kenaikan harga BBM 3
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 3
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 3
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 3
Bagian VI: PENILAIAN RESPONDEN ATTRACTIVE SCORES TERHADAP FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
Lampiran Responden 1: Penilaian Faktor Internal CV. Sumber Buah
No. Faktor Internal Nilai
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 4
4 Harga terjangkau 3
5 Tempat strategis 3
6 Fasilitas mendukung 3
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 3
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 3
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 4
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 3
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 3
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 2
13 Sifat buah yang mudah rusak 2
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 2
15 Perlu adanya perlakuan khusus 2
16 Harga buah yang ber fluktuatif 3
17 Kontinyuitas produksi 3
18 Papan nama tidak terpampang 2
Lampiran Responden 2: Penilaian Faktor Internal CV. Sumber Buah
No. Faktor Internal Nilai
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 4
4 Harga terjangkau 4
5 Tempat strategis 4
6 Fasilitas mendukung 3
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 4
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 4
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 4
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 4
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 3
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 2
13 Sifat buah yang mudah rusak 2
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 2
15 Perlu adanya perlakuan khusus 3
16 Harga buah yang ber fluktuatif 3
17 Kontinyuitas produksi 3
18 Papan nama tidak terpampang 2
Lampiran Responden 3: Penilaian Faktor Internal CV. Sumber Buah
No. Faktor Internal Nilai
1 Kemasan produk yang menarik 4
2 Penampilan produk yang menarik 4
3 Rasa buah yang khas 4
4 Harga terjangkau 4
5 Tempat strategis 3
6 Fasilitas mendukung 4
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 3
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 2
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 3
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 3
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 3
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 3
13 Sifat buah yang mudah rusak 1
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 1
15 Perlu adanya perlakuan khusus 3
16 Harga buah yang ber fluktuatif 2
17 Kontinyuitas produksi 1
18 Papan nama tidak terpampang 1
Lampiran Responden 4: Penilaian Faktor Internal CV. Sumber Buah
No. Faktor Internal Nilai
1 Kemasan produk yang menarik 3
2 Penampilan produk yang menarik 3
3 Rasa buah yang khas 3
4 Harga terjangkau 3
5 Tempat strategis 4
6 Fasilitas mendukung 3
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 4
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 4
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 3
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 4
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 4
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 4
13 Sifat buah yang mudah rusak 4
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 4
15 Perlu adanya perlakuan khusus 4
16 Harga buah yang ber fluktuatif 4
17 Kontinyuitas produksi 4
18 Papan nama tidak terpampang 3
Lampiran Responden 5: Penilaian Faktor Internal CV. Sumber Buah
No. Faktor Internal Nilai
1 Kemasan produk yang menarik 3
2 Penampilan produk yang menarik 3
3 Rasa buah yang khas 3
4 Harga terjangkau 3
5 Tempat strategis 3
6 Fasilitas mendukung 3
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 3
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 3
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 3
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 3
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 3
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 3
13 Sifat buah yang mudah rusak 3
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 3
15 Perlu adanya perlakuan khusus 3
16 Harga buah yang ber fluktuatif 3
17 Kontinyuitas produksi 3
18 Papan nama tidak terpampang 3
Lampiran Responden 1: Penilaian Faktor Eksternal CV. Sumber Buah
No. Faktor Eksternal Nilai
1 Dukungan pemerintah 4
2 Pertumbuhan penduduk 2
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3
4 Loyalitas konsumen 3
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 3
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 3
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 3
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 2
11 Kenaikan harga BBM 3
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 2
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 2
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 1
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 2
Lampiran Responden 2: Penilaian Faktor Eksternal CV. Sumber Buah
No. Faktor Eksternal Nilai
1 Dukungan pemerintah 3
2 Pertumbuhan penduduk 3
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3
4 Loyalitas konsumen 4
5 Peningkatan jumlah konsumsi 4
6 Permintaan pasar yang meningkat 4
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 3
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 2
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 2
11 Kenaikan harga BBM 2
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 1
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 1
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 1
Lampiran Responden 3: Penilaian Faktor Eksternal CV. Sumber Buah
No. Faktor Eksternal Nilai
1 Dukungan pemerintah 2
2 Pertumbuhan penduduk 3
3 Perkembangan kemajuan teknologi 2
4 Loyalitas konsumen 3
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 4
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 2
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 2
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 3
11 Kenaikan harga BBM 2
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 3
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 2
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 4
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 2
Lampiran Responden 4: Penilaian Faktor Eksternal CV. Sumber Buah
No. Faktor Eksternal Nilai
1 Dukungan pemerintah 2
2 Pertumbuhan penduduk 2
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3
4 Loyalitas konsumen 4
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 3
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 3
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 4
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 4
11 Kenaikan harga BBM 3
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 4
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 4
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 4
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 4
Lampiran Responden 5: Penilaian Faktor Eksternal CV. Sumber Buah
No. Faktor Eksternal Nilai
1 Dukungan pemerintah 3
2 Pertumbuhan penduduk 3
3 Perkembangan kemajuan teknologi 3
4 Loyalitas konsumen 3
5 Peningkatan jumlah konsumsi 3
6 Permintaan pasar yang meningkat 3
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 3
9 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 3
10 Tingginya persaingan terhadap produk buah 3
11 Kenaikan harga BBM 3
12 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 3
13 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 3
14 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 3
15 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 3
Perhitungan Bobot Rataan dan Peringkat Rataan Faktor Internal
No. Faktor Internal Responden Bobot Rataan Responden Peringkat Rataan Bobot x Rating
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 Kemasan produk yang menarik 0,060 0,059 0,069 0,059 0,057 0,061 4 4 4 4 4 4 0,242
2 Penampilan produk yang menarik 0,069 0,057 0,052 0,060 0,057 0,059 4 4 4 4 4 4 0,237
3 Rasa buah yang khas 0,069 0,056 0,054 0,057 0,057 0,059 4 4 4 3 4 3,8 0,223
4 Harga terjangkau 0,064 0,056 0,052 0,056 0,057 0,057 4 4 4 4 4 4 0,228
5 Tempat strategis 0,066 0,059 0,051 0,057 0,057 0,058 3 3 4 3 4 3,4 0,197
6 Fasilitas mendukung 0,061 0,064 0,052 0,060 0,057 0,059 3 4 4 4 4 3,8 0,224
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 0,056 0,062 0,057 0,056 0,057 0,058 3 4 4 4 4 3,8 0,219
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 0,056 0,064 0,052 0,054 0,057 0,057 3 4 3 4 4 3,6 0,204
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 0,058 0,057 0,054 0,056 0,057 0,056 4 4 4 3 4 3,8 0,214
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 0,042 0,062 0,054 0,052 0,057 0,053 3 4 4 3 4 3,6 0,192
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 0,056 0,062 0,054 0,056 0,039 0,053 3 4 4 4 3 3,6 0,192
12 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 0,043 0,042 0,059 0,049 0,056 0,050 1 2 1 3 4 2,2 0,110
13 Sifat buah yang mudah rusak 0,043 0,047 0,059 0,054 0,056 0,052 2 1 1 4 4 2,4 0,124
14 Sifat buah yang tidak tahan lama 0,048 0,047 0,059 0,056 0,056 0,053 2 1 1 4 4 2,4 0,128
15 Perlu adanya perlakuan khusus 0,060 0,059 0,059 0,051 0,056 0,057 2 4 2 4 4 3,2 0,181
16 Harga buah yang ber fluktuatif 0,047 0,051 0,056 0,051 0,056 0,052 2 2 2 3 4 2,6 0,135
17 Kontinyuitas produksi 0,052 0,059 0,057 0,056 0,056 0,056 1 4 1 4 4 2,8 0,156
18 Papan nama tidak terpampang 0,048 0,038 0,051 0,054 0,056 0,049 2 2 2 3 4 2,6 0,128
Total 3,336
Perhitungan Bobot Rataan dan Peringkat Rataan Faktor Eksternal
No. Faktor Eksternal Responden Bobot Rataan Responden Peringkat Rataan Bobot x Rating
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 Dukungan pemerintah 0,080 0,093 0,036 0,088 0,074 0,074 3 3 2 2 3 2,6 0,193
2 Pertumbuhan penduduk 0,077 0,066 0,074 0,071 0,069 0,071 1 3 3 2 2 2,2 0,157
3 Perkembangan kemajuan teknologi 0,091 0,093 0,074 0,082 0,071 0,082 3 4 2 3 3 3 0,247
4 Loyalitas konsumen 0,091 0,093 0,074 0,085 0,071 0,083 4 4 3 3 3 3,4 0,282
5 Peningkatan jumlah konsumsi 0,074 0,091 0,077 0,093 0,071 0,081 3 4 3 3 3 3,2 0,260
6 Permintaan pasar yang meningkat 0,091 0,093 0,074 0,085 0,071 0,083 3 4 4 4 3 3,6 0,299
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 0,091 0,085 0,077 0,077 0,071 0,080 2 2 2 4 3 2,6 0,208
8 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 0,061 0,063 0,074 0,074 0,071 0,069 4 3 3 4 3 3,4 0,233
9 Tingginya persaingan terhadap produk buah 0,069 0,060 0,074 0,063 0,071 0,068 4 3 3 3 3 3,2 0,216
10 Kenaikan harga BBM 0,052 0,047 0,074 0,060 0,071 0,061 3 2 3 3 3 2,8 0,171
11 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 0,036 0,038 0,074 0,041 0,071 0,052 2 2 3 4 3 2,8 0,146
12 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 0,077 0,063 0,074 0,058 0,071 0,069 3 3 3 4 3 3,2 0,220
13 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 0,052 0,055 0,074 0,063 0,071 0,063 4 4 4 4 3 3,8 0,240
14 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 0,058 0,058 0,074 0,058 0,071 0,064 3 3 3 4 3 3,2 0,204
Total 3,076
Hasil Analisis QSPM CV. Sumber Buah SAE
No. Faktor Kunci Strategis Bobot Rataan Alternatif Strategis
Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3 Strategi 4
AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS
Kekuatan
1 Kemasan produk yang menarik 0,061 4 0,24 4 0,24 4 0,24 4 0,24
2 Penampilan produk yang menarik 0,059 4 0,24 4 0,23709 4 0,23709 4 0,23709
3 Rasa buah yang khas 0,059 4 0,23 4 0,23448 4 0,23448 4 0,23448
4 Harga terjangkau 0,057 4 0,23 4 0,228 4 0,228 3 0,171
5 Tempat strategis 0,058 4 0,23 3 0,17393 4 0,2319 3 0,17393
6 Fasilitas mendukung 0,059 3 0,18 3 0,17691 3 0,17691 3 0,17691
7 Distribusi yang cepat karena sifat produk yang mudah rusak 0,058 4 0,23 3 0,17303 4 0,23071 3 0,17303
8 Memiliki ijin tertulis dari pemerintah 0,057 4 0,23 3 0,17009 3 0,17009 3 0,17009
9 Sentral buah Mangga dan Rambutan 0,056 4 0,23 4 0,22546 4 0,22546 3 0,1691
10 Memiliki Visi dan Misi yang tertulis 0,053 4 0,21 3 0,16041 4 0,21389 3 0,16041
11 Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab 0,053 3 0,16 3 0,16029 3 0,16029 3 0,16029
Kelemahan
1 Menurunnya kualitas buah pada saat musim hujan 0,050 2 0,09974 2 0,09974 3 0,14962 3 0,14962
2 Sifat buah yang mudah rusak 0,052 2 0,10367 2 0,10367 2 0,10367 2 0,10367
3 Sifat buah yang tidak tahan lama 0,053 2 0,10625 2 0,10625 2 0,10625 2 0,10625
4 Perlu adanya perlakuan khusus 0,057 3 0,17006 3 0,17006 3 0,17006 3 0,17006
5 Harga buah yang ber fluktuatif 0,052 3 0,15547 3 0,15547 3 0,15547 3 0,15547
6 Kontinyuitas produksi 0,056 3 0,16719 2 0,11146 3 0,16719 3 0,16719
7 Papan nama tidak terpampang 0,049 2 0,09841 2 0,09841 2 0,09841 2 0,09841
Peluang
1 Dukungan pemerintah 0,074 3 0,22254 3 0,22254 3 0,22254 3 0,22254
2 Pertumbuhan penduduk 0,071 3 0,21417 3 0,21417 3 0,21417 3 0,21417
3 Perkembangan kemajuan teknologi 0,082 3 0,24716 3 0,24716 3 0,24716 3 0,24716
4 Loyalitas konsumen 0,083 4 0,33174 3 0,24881 4 0,33174 3 0,24881
5 Peningkatan jumlah konsumsi 0,081 4 0,3251 3 0,24383 3 0,24383 3 0,24383
6 Permintaan pasar yang meningkat 0,083 4 0,33174 4 0,33174 4 0,33174 3 0,24881
7 Adanya Gerakan Makan Buah dan Sayur Lokal dari pemerintah 0,080 3 0,24056 3 0,24056 3 0,24056 3 0,24056
Ancaman
1 Banyaknya Buah impor yang beredar dipasar 0,069 3 0,2059 2 0,13727 3 0,2059 3 0,2059
2 Tingginya persaingan terhadap produk buah 0,068 2 0,13508 2 0,13508 3 0,20262 3 0,20262
3 Kenaikan harga BBM 0,061 3 0,18281 2 0,12187 3 0,18281 3 0,18281
4 Pembayaran retribusi liar yang cukup marak 0,052 2 0,10427 2 0,10427 3 0,15641 3 0,15641
5 Kualitas buah tergantung musim hujan/kemarau yang dihadapi 0,069 3 0,20593 2 0,13729 3 0,20593 3 0,20593
6 Tingginya biaya transportasi udara (Pesawat) 0,063 1 0,06313 2 0,12627 3 0,1894 3 0,1894
7 Menurunnya produksi buah akibat pengaruh musim 0,064 2 0,12737 2 0,12737 2 0,12737 3 0,19106
Jumlah Daya Tarik 6,246 5,665 6,404 6,019
Prioritas 2 4 1 3
Bagian V : LAIN-LAIN
Pertanyaan
Bagaimanakahsejarahsingkatberdirinya CV. SUMBER BUAH SAE
Strategiapakah yang digunakanperusahaansaatini yang berkaitandenganbauranpemasaran
Strategiapakah yang digunakanperusahaansaatini yang berkaitandengantargeting (target pasar) buahsegar
Strategiapakah yang digunakanperusahaansaatini yang berkaitandenganpositioning (posisipasar)buahsegar
Faktor internal apasaja yang mempengaruhistrategipemasaranbuahsegar
Faktoreksternalapasaja yang mempengaruhistrategipemasaranbuahsegar
Berapa jumlah produksibuahsegar per musimnya
Berapa biaya produksi sejak dari grading sampai dengan biaya pemasaran ?
Berapa total biaya tetap yang dikeluarkanperusahaan saat produksibuahsegar tersebut ?
Berapa biaya tidak tetap yang dikeluarkan perusahaan saat memproduksi buahsegar tersebut ?
Jenis buahsegar apa saja yang banyak di produksi ?
Berapa harga jual buahsegar per kilogram ?
Dimana tempat target pasarbuahsegartersebut ?
Bagaimana penetapan harga, apakah buah yang dijual harganya terjangkau atau terlalu mahal : jelaskan ?
Berapa biayatrasportasiyang dikeluarkanolehperusahaan?
Berapahargabelibuahsegartersebut?
BAURAN PEMASARAN
PRODUCT (PRODUK)
Pertanyaan
1. Berapa banyak jumlah produk Buah Segar yang ada pada perusahaan ini
2. Berapa banyak jumlah produsenyang menyalurkan buah pada perusahaan ini
3. Produk buah apa saja yang paling banyak dicari pembeli
4. Kapan penjualan buah segar mencapai periode tertinggi
5. Bagaimana posisi buah segar tersebut dalam penjualan
PRICE (HARGA)
Pertanyaan
1. Bagaimana penetapan harga yang dilakukan khususnya buah segar pada perusahaan ini
2. Kapan harga buah segar mencapai peroide tertinggi
3. Berapa % keuntungan atau laba yang ditetapkan perusahaan ini untuk komoditi buah segar
PLACE (TEMPAT)
Pertanyaan
1. Apakah letak perusahaan ini strategis
2. Dimanakemana saja buah segar yang ada pada perusahaan ini
3. Apakah perusahaan ini mempunyai gudang penyimpanan khusus
PROMOTION (PROMOSI)
Pertanyaan
1. Apakah diperusahaan ini melakukan promosi buah segar
2. Apa saja bentuk promosi yang diberikan dan bagaimana cara melakukannya
3. Bagaimana sistem pembayaran yang ditetapkan oleh produsen kepada perusahaan
5. Bagaimana sistem pembayaran yang ditetapkan oleh perusahaan kepada konsumen
LAMPIRAN 2
STRATEGI PEMASARAN MANGGA (Mangifera indica L.) GEDONG GINCU DAN RAMBUTAN (Nephelium sp.) Di CV. SUMBER BUAH SAE CIREBON JAWA BARAT
YUTAM
KUISIONER PRAKTEK KERJA LAPANG
Mengenai:
Absensi Kehadiaran
Lay out perusahaan
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEMASARAN
POLITEKNIK AGROINDUSTRI
SUBANG
2015
No Hari/Tanggal Kegiatan
1 Selasa, 17 Maret 2015 Perkenalan dengan karyawan CV. Sumber Buah (SAE)
2 Rabu, 18 Maret 2015 Kunjungan ke lahan mangga CV. Sumber Buah (SAE) Desa Sedong Kidul
3 Kamis, 19 Maret 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
4 Jum"at, 20 Maret 2015 Mengikuti Sortasi Ubi Jalar di Gudang Perusahaan
5 Sabtu, 21 Maret 2015 Mengikuti Sortasi Ubi Jalar di Gudang Perusahaan
6 Senin, 23 Maret 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
7 Kamis, 26 Maret 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
8 Sabtu, 28 Maret 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
9 Senin, 30 Maret 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
10 Kamis, 2 April 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
11 Sabtu, 4 April 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
12 Senin, 6 April 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
13 Kamis, 9 April 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
14 Sabtu, 11 April 2015 Mengikuti pengemasan Rambutan di Gudang Pengemasan Rambutan
15 Senin, 13 April 2015 Wawan cara dengan karyawan CV. Sumber Buah tentang SWOT
16 Selasa, 14 April 2015 Wawan cara dengan karyawan CV. Sumber Buah tentang SWOT
17 Rabu, 15 April 2015 Wawan cara dengan karyawan CV. Sumber Buah tentang SWOT
18 Kamis, 16 April 2015 Mengikuti Proses pengemasan Ubi Jalar dan Buah Manggis
19 Jum'at, 17 April 2015 Mengikuti Proses pengemasan Buah Manggis
20 Sabtu, 18 April 2015 Mengikuti Proses pengemasan Ubi Jalar
21 Senin, 20 April 2015 Mengikuti Proses pengemasan Ubi Jalar
22 Selasa, 21 April 2015 Mengikuti Proses pengemasan Ubi Jalar
23 Rabu, 22 April 2015 wawan cara dengan karyawan CV. Sumber Buah tentang Finansial
24 Kamis, 23 April 2015 wawan cara dengan karyawan CV. Sumber Buah tentang Finansial
Mengetahui:
Pembimbing Lapangan
GIGIN SAPUTRO. SE
Keterangan
A Ruang Tamu
B Ruang Direktur
C Ruang Administrasi keuangan
D Ruang Tempat Penyimpanan Barang
E Ruang Tempat Penyimpanan Barang
F Tempat Tinggal Karyawan Gudang
G Toilet/WC
H Ruang Rapat
I Mushollah
J Ruang Peralatan
K Ruang Pengemasan
L Tempat Kemasan
Jalan Sultan Ageng Tirtayasa
Camera Pengawasan
Pintu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar